Keluaran 7:14-8:32

Jangan Mengeraskan Hati

26 Februari 2023
Pdt. Sumito Sung

Tindakan memukul Sungai Nil dengan tongkat (7:17) menunjukkan bahwa Allah berkuasa atas seluruh ciptaan dan semua dewa Mesir. Sungai Nil dianggap suci oleh orang Mesir. Banyak dewa yang dikaitkan dengan sungai ini. Misalnya, Dewa Khnum adalah penjaga sungai Nil. Dewa Hapi adalah "roh sungai Nil." Salah satu dewa terbesar yang dipuja di Mesir adalah Dewa Osiris. Orang Mesir percaya bahwa sungai Nil adalah aliran darahnya. Oleh karena itu, pantas jika pada tulah pertama, TUHAN mengubah air sungai Nil menjadi darah. Ikan di sungai Nil mati, sehingga sungai itu berbau dan orang Mesir tidak bisa memakai air sungai. Bayangkan betapa frustrasi orang Mesir saat melihat bahwa sungai yang semula indah, sekarang tidak menarik karena ikan mati menumpuk di tepi sungai, dan air yang semula jernih serta memberi kehidupan dan daya tarik telah berubah menjadi darah dan berbau busuk. Buaya terpaksa meninggalkan sungai Nil. Kira-kira bagaimana pemikiran orang Mesir tentang Hapi, dewa sungai Nil yang berwujud buaya?

Orang Mesir memiliki dewi kelahiran yang berkepala katak. Jadi pada tulah kedua, TUHAN membawa katak ke darat. Ada katak di semua rumah, kamar tidur, tempat tidur, dan dapur. Orang Mesir tidak berani membunuh katak karena katak dianggap sebagai dewa. Pegawai Firaun dapat membuat katak, tetapi mereka tidak bisa menyingkirkannya. Hanya TUHAN yang bisa melakukan hal itu.

Tulah ketiga adalah serangan nyamuk. Sangat mungkin bahwa tulah ini dirancang untuk mempermalukan keimaman orang Mesir. Para pendeta di Mesir terkenal dengan kemurnian fisiknya. Kemurnian mereka pada dasarnya lebih bersifat fisik ketimbang spiritual. Mereka disunat, mencukur rambut di kepala dan tubuh mereka, sering mandi, dan mengenakan jubah linen yang indah. Oleh karena itu, tampaknya meragukan bahwa imamat di Mesir dapat berfungsi dengan efektif setelah tercemar oleh kehadiran amat banyak nyamuk. Doa-doa mereka menjadi tidak efektif oleh kenajisan pribadi mereka sendiri karena adanya bekas gigitan nyamuk di tubuh mereka.

Pada tulah keempat, TUHAN mendatangkan lalat pikat. Serangan lalat pikat ini sangat mengganggu dan negeri Mesir menderita karenanya.

Firaun mengeraskan hati menolak perintah TUHAN. Kekerasan hatinya menyebabkan penderitaan demi penderitaan menimpa seluruh negeri Mesir. Orang yang keras hati biasanya egois. Kekerasan hati menghasilkan ketidaktaatan kepada TUHAN. Jangan mengeraskan hati kepada TUHAN karena akibatnya akan merugikan diri kita dan orang lain di sekeliling kita. Periksalah apakah di hati Anda ada sesuatu yang bertentangan dengan kehendak TUHAN? 

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design