1 Tesalonika 1

Hidup dalam Pengharapan

29 Oktober 2022
GI Purnama

Salah satu ciri khas kekristenan yang sering meredup adalah adanya pengharapan. Bila kita tidak waspada, dunia akan menyeret kita untuk hanya memperhatikan hal-hal yang bisa dilihat oleh mata, padahal kita memiliki pengharapan yang jauh lebih berharga daripada apa yang dapat ditawarkan oleh dunia (2 Petrus 1:4). Rasul Paulus menuliskan, "Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia." (1 Korintus 15:19). Pengharapan kita menyangkut masa depan yang saat ini belum terlihat jelas. Hal ini bukan berarti bahwa hal-hal yang berkaitan dengan masa kini boleh kita abaikan, tetapi berarti bahwa kondisi masa kini itu harus kita lihat dari sudut pandang masa depan. Dalam kehidupan kita saat ini, kita memerlukan uang, rumah, mobil, dan barang-barang lainnya. Akan tetapi, semua yang kita miliki akan kita tinggalkan saat kita mati. Oleh karena itu, mengabaikan kehidupan sesudah kematian merupakan suatu kebodohan! Tuhan Yesus pernah memberikan perumpamaan tentang seorang kaya yang menimbun kekayaan yang akan bisa memenuhi kebutuhannya sampai bertahun-tahun. Akan tetapi, Tuhan Yesus bersabda, "Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?"

Bacaan Alkitab hari ini adalah surat Rasul Paulus kepada jemaat Tesalonika. Rasul Paulus merintis jemaat ini dalam kondisi sulit karena orang-orang Yahudi di kota itu menentang pemberitaan Injil. Dia hanya bisa melayani jemaat di sana dalam waktu singkat (Kisah Para Rasul 17:1-10). Secara logika, mungkin kita menyangka bahwa jemaat itu akan segera bubar setelah ditinggalkan oleh Rasul Paulus. Akan tetapi, bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan perkembangan yang sebaliknya: Mereka merespons firman Tuhan dengan ketaatan. Iman mereka telah membuat mereka berubah dari penyembah berhala menjadi orang yang melayani Allah. Pengharapan mereka akan kedatangan Kristus yang kedua kali membuat mereka tetap bertekun saat menghadapi penderitaan berat yang dimotori oleh orang-orang Yahudi yang menentang pemberitaan Injil, sehingga jemaat Tesalonika menjadi teladan bagi jemaat-jemaat lain sampai mencakup seluruh propinsi Makedonia dan Akhaya. Apakah Anda juga sedang menantikan kedatangan Kristus yang kedua kali? Apakah pengharapan Anda telah mempengaruhi kehidupan Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design