Kidung Agung 3:6-5:1

Seksualitas dalam Kehendak Allah

8 Oktober 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Kitab Kidung Agung merupakan puisi tentang cinta. Istilah ‘cinta’--seperti yang kita temukan di 5:1--dalam bahasa aslinya memiliki pengertian relasi seksual. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh perikop yang kita baca hari ini, yaitu tentang sepasang insan berbeda jenis kelamin yang saling melibatkan diri dalam hubungan fisik yang sangat intim. Beberapa pembaca Alkitab mungkin merasa risih membaca kata-kata yang tertulis di 4:1-16. Sebagian orang beranggapan bahwa hal-hal yang terkait dengan seksualitas merupakan dosa dan tidak patut untuk dibicarakan secara terbuka.

Ternyata, Kidung Agung menggunakan kata-kata puitis yang menolong kita menghayati keintiman fisik di antara pria dan wanita dalam relasi yang bersifat privat tersebut. Artinya, seksualitas pada dirinya sendiri bukanlah merupakan dosa. Sesungguhnya, keintiman fisik dalam relasi suami istri merupakan bagian dari rencana dan kehendak Allah ketika Dia menciptakan segala sesuatu (Kejadian 2:24). Allah yang maha kudus tidak mungkin berdosa! Oleh karena itu, keintiman fisik itu sebenarnya "sungguh amat baik" (Kejadian 1:31). Melalui hubungan yang intim, pasangan pria dan wanita menjadi rekan Allah dalam ‘penciptaan’ manusia setelah kedua manusia pertama diciptakan Allah (Kejadian 1:28). Hubungan fisik itu memupuk kesatuan (Kejadian 2:24), dan membentuk kehangatan dalam relasi di antara pria dan wanita (Kidung Agung 4:1-5:1). Seksualitas merupakan berkat dari Allah yang harus dijalankan sesuai dengan kehendak-Nya dan tidak boleh dipergunakan hanya untuk kepuasan manusiawi saja. Hubungan seks hanya boleh dilakukan oleh pria dan wanita yang telah disatukan serta diberkati Allah dalam pernikahan kudus (Kejadian 2:24, Amsal 5:15-20, Ibrani 13:4). Alkitab juga memperingatkan bahwa "tubuh bukanlah untuk percabulan" (1 Korintus 6:13), bahkan perzinahan merupakan simbol dari penyembahan kepada illah-illah palsu (Yesaya 57:7-8, Hosea 4:12-14). Hubungan intim di luar pernikahan yang telah diberkati Allah adalah dosa.

Setiap murid Kristus telah dibeli oleh Kristus, sehingga ia harus memuliakan Allah dengan tubuhnya (1 Korintus 6:20). Untuk yang masih lajang, bagaimana Anda bisa menjaga kekudusan seksual dalam hidup Anda? Untuk yang sudah menikah, bagaimana Anda bisa memupuk relasi dalam pernikahan secara benar, bahkan mempengaruhi kaum muda untuk menjaga kekudusan dalam aspek seksualitas?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design