Mazmur 110

Bukan Raja Biasa

16 September 2022
GI Roni Tan

Mazmur 110 ditulis tidak lama setelah Daud berhasil menaklukkan kota Yerusalem dan menjadikan kota itu sebagai ibu kota kerajaannya. Meskipun mazmur ini ditulis setelah penaklukkan kota Yerusalem, Daud menggubah mazmur ini bukan untuk dirinya sendiri dan kerajaannya, melainkan ia menunjuk kepada pribadi lain yang jauh lebih berkuasa daripada dirinya. Hal ini terlihat dari sebutan "kepada tuanku" yang menunjuk pada Raja yang akan datang yang berasal dari keturunan Daud. Raja yang akan datang itu akan duduk di sebelah kanan Allah (110:1). Ia adalah Imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek (110:4). Ia akan menghukum bangsa-bangsa (110:6). Jadi, Raja yang akan datang itu sekaligus merupakan Imam dan Hakim yang akan menghukum bangsa-bangsa. Jelas bahwa Raja yang akan datang itu bukan Daud. Walaupun Daud adalah raja yang dikasihi TUHAN, dan ia memiliki kuasa yang besar dalam Kerajaan Israel, Daud bukanlah seorang imam, dan ia tidak diberi wewenang untuk menghakimi bangsa-bangsa.

Siapakah Raja yang akan datang itu? Bagi kita, jelas bahwa Raja yang sekaligus merupakan Imam dan Hakim ini adalah Tuhan Yesus, yaitu Allah yang menjadi Manusia. Dia adalah Raja di atas segala raja yang memerintah untuk selama-lamanya (Wahyu 11:15; 17:14). Dia adalah Imam menurut peraturan Melkisedek (Ibrani 5:6). Dia adalah Hakim yang akan menghakimi semua manusia (2 Timotius 4:1). Dia duduk di sebelah kanan Allah (Lukas 22:69). Jadi, ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa nubuat tentang Raja yang sekaligus Imam itu digenapi dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

Mazmur yang merupakan nubuat tentang Sang Mesias itu seharusnya meneguhkan iman kita dan menumbuhkan rasa syukur karena kita telah diselamatkan oleh Allah yang telah menyatakan diri-Nya dengan menjadi Manusia Yesus Kristus. Renungkanlah: Apakah Tuhan Yesus telah menjadi Raja yang memerintah dalam hidup Anda? Apakah Anda yakin bahwa Anda telah menerima pengampunan dosa melalui pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib? Apakah Anda yakin bahwa Tuhan Yesus adalah Hakim yang akan memberi keadilan bagi Anda? Ingatlah pula bahwa keadilan Allah itu berarti Ia akan memberi hukuman bila Anda melakukan dosa, dengan maksud membawa Anda pada pertobatan. Marilah kita bersandar penuh kepada Tuhan, sumber keselamatan dan sumber pengharapan kita!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design