Yohanes 11:1-44

Belajar Memercayai Yesus Kristus

28 Maret 2022
GI Purnama

Saat mendapat berita dari Maria dan Marta bahwa Lazarus--saudara mereka--sakit, Yesus Kristus mengatakan bahwa penyakit itu tidak akan membawa kematian, melainkan akan menyatakan kemuliaan Allah. Dua hari kemudian, barulah Ia berangkat bersama dengan murid-murid-Nya menuju ke Betania, tempat Lazarus tinggal. Saat hendak berangkat, Tuhan Yesus memberi tahu mereka bahwa sebenarnya Lazarus sudah meninggal. Saat mereka tiba di Betania, Lazarus sudah empat hari meninggal. Perkataan Marta, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati." secara tidak langsung menyampaikan pesan bahwa kedatangan Tuhan Yesus itu terlambat, sehingga Lazarus tidak tertolong. Yang menarik, saat memberi tahu para murid-Nya bahwa Lazarus sudah mati, Yesus Kristus berkata bahwa "keterlambatan" itu baik bagi murid-murid-Nya, yaitu agar mereka "belajar percaya" (11:15). Tampaknya yang harus belajar percaya itu bukan hanya para murid, tetapi juga Marta dan Maria. Perkataan Marta yang menganggap kehadiran Tuhan Yesus terlambat itu mewakili pemikiran banyak orang percaya di sepanjang abad. Marta yakin bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan orang sakit, tetapi dia tidak yakin bahwa Yesus Kristus bisa membangkitkan Lazarus yang telah mati. Sama seperti Marta, banyak orang percaya bahwa Kristus sanggup menolong untuk masalah yang tidak terlalu berat, tetapi tidak yakin bahwa Ia bisa menolong bila masalah yang dihadapi lebih berat atau lebih rumit. Walaupun mulut kita bisa mengatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, tidak mudah bagi kita untuk memercayai bahwa Kristus benar-benar bisa mengatasi segala masalah kita. Oleh karena itu, mungkin kita perlu "belajar percaya" seumur hidup kita.

Apakah saat ini, Anda sedang menghadapi masalah berat? Apakah Anda yakin bahwa Allah sanggup mengatasi masalah tersebut? Ya, sudah semestinya kita meyakini bahwa Allah bisa mengatasi masalah apa pun! Akan tetapi, kita pun perlu ingat bahwa rencana Allah belum tentu seperti yang kita pikirkan! Dalam hikmat-Nya, mungkin saja Allah membiarkan kita mengalami kehilangan, kegagalan, kerugian, kekalahan, dan sebagainya untuk maksud tertentu yang menghasilkan kebaikan bagi diri kita. Kita perlu belajar memercayai Dia! Apakah Anda percaya bahwa Allah bisa memanfaatkan kondisi yang kita anggap buruk untuk kebaikan diri Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design