Amsal 27

Diuji Melalui Pujian

4 Desember 2021
GI Fernandes Lim

Setiap orang senang dan membutuhkan pujian dari orang lain. Pujian membangkitkan semangat untuk semakin efektif dalam pekerjaan maupun pelayanan. Dalam keluarga pun, pujian kepada sesama anggota keluarga sangat penting karena membangkitkan keceriaan dan keharmonisan satu sama lain. Bagaimana seharusnya anak-anak Tuhan merespons pujian yang mereka terima? Sangat berbahaya jika anak-anak Tuhan mengejar pujian. Ujian yang kita terima dalam hidup kita bukan hanya berupa penderitaan, tetapi juga berupa pujian.

"Kui untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas,?dan orang dinilai menurut pujian yang diberikan kepadanya." (27:21). Ayat ini tidak mengajar kita untuk mengejar pujian atau penilaian orang lain, tetapi agar kita menjadi seperti perak dan emas yang dilebur dengan panas yang sangat tinggi supaya menjadi emas dan perak murni. Demikian juga diri kita itu akan diuji melalui pujian yang kita terima. Pujian yang kita terima itu seperti dapur peleburan dengan suhu sangat tinggi. Untuk memurnikan emas dibutuhkan api yang suhunya 1.064,18 derajat Celsius, sedangkan untuk memurnikan perak diperlukan api yang suhunya 961,8 derajat Celsius. Kitab Amsal memandang pujian itu seperti sebuah dapur pengujian yang akan memperlihatkan keadaan kita yang sesungguhnya di hadapan Tuhan.

Yohanes Pembaptis juga mengalami ujian berupa pujian yang dicatat dalam Yohanes 3:22-36. Para murid Yohanes Pembaptis--yang mengidolakan guru mereka--menjadi gusar saat muncul Tuhan Yesus yang lebih populer daripada guru mereka. Mereka melaporkan bahwa saat itu, banyak orang yang mulai "hijrah" beralih menjadi pengikut Tuhan Yesus. Saat mengetahui bahwa dirinya--yang sebelumnya diagung-agungkan--ternyata kalah pamor, Yohanes Pembaptis tahu diri. Dia tidak memperjuangkan persepsi terhadap dirinya. Dia sadar bahwa ia bukan Mesias (Yohanes 3:28), Yesus-lah Sang Mesias itu! Dia tahu bahwa dirinya diutus untuk membuka jalan bagi Yesus Kristus. Seorang hamba Tuhan berkata: "Saat kita kenal Tuhan, kita kenal diri sendiri, dan kita semakin tahu diri." Akhir hidup Yohanes Pembaptis di dunia sangat mengenaskan. Dia mati dipenggal! Namun, kesetiaan-Nya sebagai hamba Allah yang tahu diri dipuji oleh Tuhan Yesus (Lukas 7:28). Syukurlah, Tuhan memampukan Yohanes Pembaptis sehingga berhasil lulus dari ujian pujian. Apakah Anda sudah berhasil melalui ujian ini?


Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design