2 Raja-raja 10

Mengakhiri Hidup dengan Baik

15 Agustus 2021
Pdt. Souw Suharwan

Hidup ini ibarat lomba Maraton. Di antara garis start dan garis finish, seorang atlet maraton harus terus berlari untuk mencapai garis finish. Ada yang mengawali dengan baik, tetapi mengakhiri dengan buruk. Sebaliknya, ada yang memulai dengan buruk, tetapi mengakhiri dengan baik. Hasilnya, saat mencapai garis finish, ada yang sukses, tetapi ada pula yang gagal. Kehidupan kita pun sama seperti itu.

Yehu mengawali perjalanan hidupnya dengan baik. Dia memulai langkahnya dengan mereformasi kerohanian rakyat Kerajaan Israel. Setelah mengeksekusi keluarga Ahab, dengan strategi yang cerdik, ia menghapus praktik penyembahan berhala di Samaria (10:1-17). Ia menghancurkan pusat penyembahan Baal yang dibangun oleh raja Ahab (1 Raja-raja 16:32; 2 Raja-raja 10:26-28). Namun, sangat disayangkan bahwa reformasi spiritual itu dilakukannya dengan setengah hati. Yehu tidak berusaha untuk membersihkan praktik penyembahan anak lembu emas yang dibangun oleh Raja Yerobeam, yang telah menyebabkan orang Israel berdosa (2 Raja-raja 10:31). Baginya, seharusnya tidak sulit untuk menyingkirkan praktik penyembahan anak lembu emas. Mengapa dia menghancurkan praktik penyembahan Baal, tetapi melestarikan praktik penyembahan anak lembu emas? Sama seperti Yerobeam yang menciptakan agama baru karena alasan politik, demikian pula dengan Yehu. Yerobeam membuat dua anak lembu emas: Yang satu ditaruh di Betel dan yang lain ditaruh di Dan. Praktik penyembahan anak lembu emas itu diadakan untuk mencegah rakyat Israel beribadah di Yerusalem dan akhirnya takluk kepada Kerajaan Yehuda (1 Raja-raja 12:26-29). Yehu meneruskan praktik penyembahan anak lembu emas itu juga karena ia takut kehilangan takhtanya. Akhirnya, bukan saja sebagian wilayahnya berhasil direbut oleh Hazael (2 Raja-raja 10:32), tetapi ia juga menjerumuskan bangsanya untuk tetap melakukan dosa.

Kita patut bersyukur bila kita bukan hanya memulai hidup dengan baik, tetapi juga menjalani hidup dengan baik. Marilah kita berdoa agar kita bisa mengakhiri hidup kita juga dengan baik. Kita perlu terus menjalin komunikasi yang baik dengan Tuhan dan menjalankan disiplin rohani. Evaluasilah diri Anda: Apakah Anda sudah menjadi teladan yang baik bagi orang lain, atau sebaliknya, Anda membawa pengaruh yang buruk bagi orang lain?

Pokok Doa
1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
2. Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).
3. Badan Pekerja Majelis Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design