Yosua 7

Ketidaktaatan: Sumber Kehancuran

7 Maret 2020
Bacaan Alkitab hari ini : Yosua 7

Kita membutuhkan Tuhan dalam seluruh area hidup kita, baik dalam urusan keuangan, bisnis, keluarga, pendidikan, pekerjaan, pasangan hidup, dan sebagainya. Di semua area tersebut, kita membutuhkan Tuhan karena kita terbatas. Apa yang kita inginkan belum tentu sesuai dengan kehendak Tuhan. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik dalam pandangan Tuhan. Apa yang kita anggap benar juga belum tentu sesuai dengan firman Tuhan. Kisah ketidaktaatan Akhan—yang dilandasi oleh keserakahan—dalam bacaan Alkitab hari ini merupakan kisah tragis yang berujung pada kematian Akhan dan anak-anaknya serta pemusnahan seluruh harta bendanya (7:24-25).

Kisah ketidaktaatan Akhan itu mengajarkan beberapa prinsip penting: Pertama, Ketidaktaatan membangkitkan murka Allah (7:1). Akibat ketidaktaatan Akhan, orang Israel mengalami kekalahan saat menyerang kota Ai, bahkan penduduk kota Ai yang hanya sedikit itu berhasil menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang Israel. Kedua, kita tidak mungkin menyembunyikan ketidaktaatan kita di hadapan Tuhan. Tidak ada orang yang melihat apa yang Akhan lakukan, tetapi Allah melihat perbuatan itu. Akhan bisa mengelabui Yosua dan seluruh orang Israel, namun dia tidak bisa mengelabui Tuhan. Dosa yang Akhan perbuat tidak pernah lepas dari pengamatan Tuhan karena Tuhan itu Mahatahu. Ingatlah bahwa walaupun kita bisa menyembunyikan dosa kita dari pandangan semua orang, kita tidak mungkin bisa menyembunyikan dosa kita dari pandangan Tuhan semesta alam. Ketiga, Ketidaktaatan akan merugikan diri kita sendiri maupun orang lain. Ketidaktaatan Akhan membuat Akhan dan seluruh keluarganya mati di lempar dengan batu sampai mati. Pada masa kini, kita mungkin tidak mengalami konsekuensi langsung seperti yang dialami oleh Akhan, namun ketidaktaan kita dapat membawa kehancuran bagi masa depan kita maupun masa depan anggota keluarga kita.

Kisah Akhan dalam bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa ketidaktaan bukan hanya bisa mengakibatkan kegagalan, tetapi juga bisa mengakibatkan kehancuran bagi masa depan kita serta anak-anak kita. Jelaslah bahwa dosa selalu mengandung konsekuensi. Allah memang mengasihi umat-Nya, namun Allah membenci dosa. Oleh karena itu, kita harus menyesuaikan hidup kita dengan firman Tuhan. [GI Mathindas Wenas]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design