Mazmur 28

TUHAN Mendengar

28 September 2023
GI Jokhana

Pernahkah Anda mencurahkan isi hati Anda kepada TUHAN, bahkan mungkin dengan mencucurkan air mata, namun Anda merasa bahwa TUHAN tidak mendengarkan doa Anda? Kondisi semacam itu bisa membuat Anda merasa putus asa dan kehilangan tujuan hidup karena Anda beranggapan bahwa TUHAN telah melupakan diri Anda. Raja Daud pun mengalami hal seperti itu. Ia tertekan karena TUHAN seperti berdiam diri dan membisu (28:1). Membisunya TUHAN membuat dia merasa ditinggalkan dan menuju kematian (28:1b). Dia merasa diperlakukan seperti penjahat (28:3). Namun, Daud tetap berharap dan berseru kepada TUHAN (28:2). Daud berusaha mempertahankan iman dan tidak tergoda untuk berkompromi dengan kejahatan.

Bila TUHAN diam, apakah berarti TUHAN tuli dan bisu? Tidak! Ada ungkapan yang mengatakan, "God’s delays are not God’s denials." Penundaan TUHAN tidak berarti bahwa Ia mengabaikan. TUHAN senantiasa melihat dan memperhatikan umat-Nya. Saat Raja Daud meminta TUHAN"jangan berdiam diri" (28:1), ia tidak menganggap TUHAN tuli, tetapi ia membicarakan sikap TUHAN kepada-Nya. Ia takut TUHAN bersikap dingin dan mengabaikannya. Dia memohon agar TUHAN tidak membiarkannya. Ia berharap TUHAN menunjukkan keadilan kepada musuh-musuhnya (28:2-5). Ia tidak ingin menjadi seperti seorang kriminal yang diseret dan dieksekusi karena kejahatan (28:3a). Musuh-musuh yang bersikap munafik dan tidak mengindahkan TUHAN-lah yang patut mendapat ganjaran (28:3b-5). Di tengah"kebisuan" TUHAN, Daud tetap berdoa dan menujukan hati kepada Allah. Daud percaya bahwa TUHAN mendengar doa dan akan menolongnya (28:6-7). Bila Anda menunggu terlalu lama dan merasa TUHAN belum menjawab doa Anda, jangan menyerah! Tetaplah berdoa dan jangan berhenti berharap!

Daud bergembira dan memuji Allah atas pertolongan-Nya (28:6-9). Iman kepada Allah memberi pengharapan dan kekuatan untuk menaati kehendak Allah, apa pun yang dilakukan para musuh kepadanya. TUHAN--yang telah menyelamatkan Raja Daud--akan menyelamatkan umat-Nya. TUHAN bukan hanya menjadi gunung batu dan perisai--lambang kekuatan-Nya yang melindungi--tetapi juga menjadi Gembala yang merawat dan memedulikan umat-Nya. Saat mengalami kesusahan, ingatlah bahwa melalui iman, Allah yang penuh kasih itu hadir, termasuk saat Dia tampak diam dan kita merasa ditinggalkan. Apakah Anda sedang merasa sedih? Apakah Anda bertanya-tanya di mana Allah berada? Apa yang Anda lakukan saat Allah tampak diam dan hidup menjadi gelap? Berdoa dan berserulah kepada Allah!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design