1 Korintus 12:1-31

Roh Kudus Memberi Karunia Rohani

20 Mei 2023
Pdt. Timotius Fu

Perjalanan iman orang percaya tidak dapat dipisahkan dari karya Roh Kudus. Karya pertama Roh Kudus atas orang percaya adalah melahirkan kembali orang percaya dan tinggal dalam dirinya untuk menjadi jaminan dan meterai bagi keselamatan orang itu. Selanjutnya, Roh Kudus akan memimpin orang percaya untuk mengalami pengudusan, pertumbuhan rohani, dan terlibat dalam pelayanan. Untuk itu, Roh Kudus mengaruniakan karunia kepada orang percaya untuk saling melayani dan membangun komunitas orang percaya sebagai tubuh Kristus.

Salah satu pengajaran tentang karunia rohani tercatat di 1 Korintus 12-14. Pemberian karunia rohani itu sepenuhnya berdasarkan otoritas Roh Kudus. Tidak seorang pun dapat memaksa untuk memiliki karunia tertentu. Demikian pula, tidak seorang pun memiliki kemampuan menjadi penyalur karunia tertentu kepada sesama orang percaya. Selain itu, kehadiran Roh Kudus dalam diri setiap orang percaya memastikan bahwa semua orang percaya--tanpa terkecuali--pasti memiliki karunia rohani. Adalah tanggung jawab setiap orang percaya untuk menemukan karunia tersebut dan memakainya untuk melayani.

Tujuan utama pemberian karunia rohani adalah untuk membangun tubuh Kristus (12:7; 14:5, 26). Dalam konteksnya, Rasul Paulus sedang menegur jemaat Korintus yang menyalahgunakan karunia rohani sebagai alat menyombongkan diri sebagai orang yang lebih rohani. Ia mengingatkan bahwa semua karunia rohani harus dipakai untuk membantu jemaat bertumbuh. Sesuai dengan tujuannya, Roh Kudus mengaruniakan berbagai karunia dalam gereja. Karunia rohani dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni karunia rohani berdasarkan jabatan (12:27-30) dan karunia rohani berdasarkan fungsi (12:8-11). Dari kedua daftar tersebut, kita menemukan satu prinsip bahwa tidak ada seorang pun yang memiliki semua karunia dan tidak ada satu pun karunia yang dimiliki oleh semua orang. Sesuai dengan otoritas-Nya, Roh Kudus memberikan karunia sesuai dengan kebutuhan.

Pengajaran di atas membawa dua implikasi bagi kita. Pertama, kita harus secara aktif menemukan, mempraktikkan, dan mengembangkan karunia rohani yang kita miliki. Setiap orang percaya pasti memiliki minimal satu karunia rohani untuk membangun tubuh Kristus dan memuliakan Allah. Apakah karunia rohani Anda? Sudahkan Anda praktikkan dan kembangkan? Kedua, secara pasif, kita harus mewaspadai praktik karunia rohani yang tidak benar. Banyak orang menyalahgunakan karunia rohaninya untuk mendapatkan keuntungan pribadi atau menyombongkan diri. Selain tidak boleh terlibat dalam praktik seperti itu, kita berkewajiban untuk mengoreksi penyimpangan tersebut dan membawa mereka kembali ke jalan yang benar.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design