Kidung Agung 8:5-14

Kasih Dalam Kehidupan Murid Kristus

11 Oktober 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Apabila sebelumnya, mempelai pria berjalan masuk ke dalam kota dari padang gurun tanpa mempelai wanita (3:6), kali ini sang pria berjalan bersama dengan wanita yang dicintainya. Mempelai wanita itu diungkapkan sebagai "bersandar pada kekasihnya" (8:5). Masyarakat umum dapat menyaksikan relasi yang dekat di antara keduanya. Meskipun demikian, sang mempelai wanita meminta kepada kekasihnya agar keberadaan dirinya ditempatkan bagaikan meterai di hati dan lengan sang pria. Meterai di hati menunjuk pada komitmen pribadi sang mempelai pria untuk mencintai kekasihnya dengan sepenuh hati. Lengan adalah bagian tempat mempelai wanita bersandar pada kekasihnya (8:6). Meterai di lengan menyatakan komitmen mempelai pria untuk melindungi kekasihnya. Dasar dari harapan sang mempelai wanita lah cinta yang kuat di antara mereka. Cinta antarpribadi bisa sangat kuat, sehingga tidak ada yang dapat menghentikan cinta itu sebagaimana tidak ada satu manusia pun yang bisa mencegah kematian (8:6).

Cinta yang sangat kuat itu dijelaskan lebih jauh sebagai "seperti nyala api TUHAN" (8:6). Ayat ini merupakan satu-satunya ayat dalam Kitab Kidung Agung yang memuat kata "TUHAN". Sang Khalik adalah Pemberi cinta kasih kepada manusia. Ada empat macam cinta kasih: Pertama, cinta dalam relasi antara pria dan wanita (eros). Kedua, kasih di antara sahabat (filia). Ketiga, kasih dalam keluarga (storge). Keempat, kasih yang diperlihatkan oleh Kristus (agape). Kasih agape adalah kasih yang tidak mementingkan diri sendiri, melainkan mementingkan pihak yang dikasihi, sehingga pemilik kasih agape akan rela mengorbankan diri-Nya sendiri. Kasih agape ini harus diwujudkan dalam kehidupan setiap murid Kristus, baik dalam keluarga, gereja, maupun masyarakat. "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35).

Kasih agape merupakan buah dari Roh Kudus yang berdiam dalam diri setiap orang percaya (Galatia 5:22). Semakin kita dikuasai oleh Roh, semakin besar kemungkinan bagi kita untuk memancarkan kasih agape melalui kehidupan kita. Selain itu, untuk mematangkan kasih agape tersebut, dibutuhkan kesadaran diri untuk tidak hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga (Filipi 2:4). Apakah kehidupan sehari-hari Anda sudah memancarkan adanya kasih agape di dalam diri Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design