Yohanes 1:1-18

Allah Menjadi Manusia

6 Maret 2022
Pengantar Kitab Yohanes
Kabar Baik Bagi Manusia di Segala Zaman

Ada orang yang berpendapat bahwa Injil merupakan kabar baik bagi manusia pada masa lampau, dan kabar baik itu sudah tidak cocok lagi bagi manusia pada masa kini. Pendapat semacam itu dilandasi pemahaman yang tidak memadai dan keliru tentang siapa Yesus Kristus serta apa yang Dia lakukan bagi kita. Bila kita bersedia membuka pikiran dan hati kita untuk mengenal siapa Yesus Kristus sesungguhnya serta apa yang telah, sedang, dan akan Dia kerjakan bagi kita, niscaya kita akan meyakini bahwa kabar baik tentang Yesus Kristus itu relevan bagi umat manusia di segala zaman.

Dalam Injil Yohanes, kita akan melihat penegasan bahwa Yesus Kristus itu adalah Manusia yang sejati, sekaligus Allah yang sejati. Kondisi sebagai Manusia yang Sejati dan Allah yang Sejati itu membuat Yesus Kristus merupakan Pribadi yang unik dan yang tidak memiliki kesamaan dengan siapa pun. Sebagai Manusia yang sejati, Yesus Kristus mengalami pencobaan atau pergumulan hidup seperti yang dihadapi oleh setiap orang. Satu-satunya perbedaan di antara Yesus Kristus dengan manusia biasa adalah bahwa Dia tidak pernah berbuat dosa. Ciri kekudusan atau ketidakberdosaan ini sekaligus merupakan ciri keilahian. Hanya Allah yang tidak bisa tercemar oleh dosa. Kejatuhan manusia pertama--yaitu Adam dan Hawa--membuat semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa serta membuat manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Dosa yang telah ikut masuk ke dalam dunia saat Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa telah membangkitkan murka Allah serta merusak hubungan manusia dengan Allah, dan menjadi sumber kemunculan segala permasalahan yang ada di bumi ini.

Dalam Injil Yohanes, kita bisa membaca berbagai kisah pilihan tentang kehidupan Yesus Kristus yang melengkapi apa yang telah diungkapkan sebelumnya dalam ketiga kitab Injil yang lain--yaitu Injil Matius, Injil Markus, dan Injil Lukas--yang telah ditulis sebelumnya. Dalam Injil Yohanes, kita bisa membaca bahwa Yesus Kristus adalah jawaban bagi semua persoalan manusia. Bila manusia berdosa bersedia untuk bertobat, mempercayai Yesus Kristus, serta membuka diri untuk mengalami pembaruan di dalam Kristus, maka ia akan menerima pengampunan dosa, mengalami pembaruan oleh Roh Kudus, dan menjadi manusia baru yang rindu untuk melakukan kehendak Allah serta selalu merasa gelisah bila melakukan dosa. Pembacaan Injil Yohanes ini diharapkan membangkitkan iman kita dan membuat kita semua menerima hidup yang kekal. [GI Purnama]





Renungan GeMA 6 Maret 2022
Allah Menjadi Manusia

Dalam ketiga kitab Injil yang lain--yaitu Matius, Markus, dan Lukas--kita bisa membaca bahwa Yesus Kristus telah mengajarkan hal-hal yang tidak pernah terpikirkan oleh para rabi atau guru bangsa Yahudi, serta sanggup melakukan hal-hal yang di luar kemampuan manusiawi. Akan tetapi, dalam Injil Yohanes inilah ditegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang (berinkarnasi) menjadi Manusia. Perhatikan bahwa Firman yang menjadi Manusia dalam 1:14 adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah dan bahkan Firman itu adalah Allah (1:1). Bacaan Alkitab hari ini akan menjadi sulit dimengerti bila kita membatasi Allah dengan logika manusiawi. Akan tetapi, kesulitan akan terpecahkan bila kita menerima kesimpulan para Bapak Gereja, yaitu bahwa Allah yang Esa itu menyatakan diri-Nya dalam tiga Pribadi--Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus. Jadi, Firman yang menjadi Manusia itu adalah Pribadi Allah yang Kedua yang menjadi Manusia Yesus Kristus.

Perihal Allah menjadi Manusia ini penting karena hal itu berarti bahwa Yesus Kristus sanggup mengerjakan hal-hal yang melampaui batas-batas manusiawi. Sebaliknya, dengan menjadi Manusia sejati, Yesus Kristus bisa memahami pergumulan manusia, bahkan bisa menjadi wakil umat Manusia untuk menerima murka Allah terhadap dosa umat manusia. Sadarilah bahwa menjadi Manusia itu merupakan tindakan yang revolusioner: Allah yang mulia dan tidak terbatas menjadi Manusia yang terbatas, bahkan Ia menempatkan diri-Nya di posisi manusia yang miskin dan tertindas. Yesus Kristus yang merupakan Sumber Hidup dan Sumber Terang (1:4) datang ke dalam dunia untuk menerangi manusia yang hidup dalam kegelapan dosa dan memberikan hidup kekal kepada manusia yang secara rohani telah mati (Efesus 2:1).

Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan diri sebagai Allah yang suci dan tak terhampiri. Akan tetapi, dalam Perjanjian Baru, Allah yang tak terhampiri itu berkenan menyatakan diri kepada umat manusia melalui kehadiran Yesus Kristus (Yohanes 1:18). Inkarnasi merupakan teladan agar orang percaya pada masa kini bersedia merendahkan diri dan menghampiri orang-orang yang hidup dalam kegelapan untuk menyampaikan kesaksian tentang Terang yang telah datang ke dunia itu. Apakah Anda telah menjalankan peran Anda sebagai saksi Kristus (bandingkan dengan Yohanes 1:8 dan Kisah Para Rasul 1:8)? [GI Purnama]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design