Rabu, 24 September 2014

Berharap Kepada TUHAN dalam Kesesakan

24 September 2014
Rabu, 24 September 2014

Bacaan Alkitab hari ini: Mazmur 42-43


Bagaimana perasaan Anda jika Anda tinggal di tengah lingkungan orang yang tidak seiman yang tidak menyukai—bahkan mengolok-olok—Anda karena Anda adalah seorang Kristen? Tentu situasi seperti itu sangat menekan hidup Anda, bukan? Situasi seperti inilah yang dirasakan oleh Pemazmur dalam Mazmur 42 dan 43 ini. Mazmur ini merupakan sebuah mazmur yang menyatakan kerinduan seseorang dalam pembuangan untuk menikmati hadirat Allah. Kerinduannya akan Allah itu begitu besar, ibarat rusa yang merindukan sungai yang berair. Akan tetapi, ia tidak dapat beribadah kepada TUHAN dengan cara yang biasa dilakukannya di dalam Bait Allah di Yerusalem.

Situasi bertambah berat ketika orang-orang yang tidak beriman mengolok-olok dirinya, seakan-akan Allah Israel tidak mampu menolong mereka. Namun demikian, keadaan tertekan tidak membuat sang pemazmur tenggelam. Ia bangkit dari perasaan yang menekan hidupnya itu? Apa yang membuat ia dapat keluar dari situasi itu? Pertama, ia mengingat masa lalu, ketika ia datang ke rumah Allah dengan penuh rasa syukur dan sukacita. Kedua, ia mengingat kebesaran Allah di dalam alam serta kasih setia Allah di dalam hidupnya. Ingatannya mengenai masa lalu dan tentang kebesaran serta kasih setia TUHAN mendorong pemazmur untuk berharap kepada Allah, Penolongnya. Apakah saat ini Anda sedang mengalami tekanan hidup yang berat? Berharaplah kepada Allah. Ia sanggup menolong Anda! [CG]

Mazmur 42:6

“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design