Kolose 1:1-14

Hidup Layak dan Berkenan kepada Tuhan

23 Juni 2020
Pengantar Kolose
Keyakinan Kuat di dalam Kristus

Jemaat di kota Kolose bukan didirikan oleh Rasul Paulus, melainkan dirintis oleh Epafras (1:3-7). Saat Rasul Paulus menulis surat Kolose, Epafras sedang datang berkunjung (4:12). Epafras menceritakan bah-wa di jemaat Kolose terdapat guru-guru yang mengajarkan ajaran sesat yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Mendengar cerita itu, Rasul Paulus-yang merasa bertanggung jawab atas situasi dan kondisi jemaat Kolose-menanggapi dengan menulis surat Kolose ini dari penjara (4:3, 10, 18).

Surat Kolose ditulis untuk mengingatkan dan mendorong jemaat Kolose agar tetap hidup di dalam Kristus (2:6) dan tidak mudah dibodohi oleh ajaran-ajaran sesat yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus (2:8), melainkan agar mereka hidup berakar di dalam Kristus, dibangun di atas Kristus, serta bertambah teguh dalam iman dan memiliki hati yang melimpah dengan ucapan syukur (2:7).

Rasul Paulus menginginkan agar jemaat Kolose tidak mengganti Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristen dengan ajaran lain (2:8, 16-23). Ia mengajar jemaat Kolose untuk mengagungkan Kristus sebagai gambar Allah yang sulung dan yang paling utama (1:15), Kristus adalah Pencipta (1:16), Penopang segala sesuatu (1:17), Kepala jemaat atau Kepala gereja (1:18). Dialah yang pertama bangkit dari antara orang mati (1:18). Segala sesuatu yang terdapat pada diri Allah terdapat juga dengan lengkap pada Kristus (1:19; 2:9). Kristuslah yang memperdamaikan kita dengan Allah (1:20-22).

Melalui suratnya, Rasul Paulus hendak meyakinkan jemaat Kolose agar "hidup layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal" (1:10). Hal itu berarti bahwa mereka harus mematikan segala sesuatu yang duniawi (3:5), menanggalkan manusia lama (3:8-9), dan mengenakan manusia baru (3:12-14). Rasul Paulus juga menjelaskan beberapa prinsip yang menyangkut relasi antar anggota rumah tangga dalam menjalani hidup baru di dalam Kristus, yakni hubungan antara suami dan isteri, anak dan orang tua atau bapak, serta hamba dan tuan (3:18-4:1).

Hal-hal itulah yang diajarkan Rasul Paulus dalam surat Kolose, yaitu agar jemaat memiliki keyakinan yang kuat di dalam Yesus Kristus dengan mewaspadai ajaran sesat yang membahayakan jemaat Kolose, serta agar jemaat menerapkan ajaran Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari untuk hidup tetap di dalam Kristus, berakar di dalam Kristus, dan bertambah teguh dalam iman sebagai penerapan kehidupan yang baru di dalam Kristus. [GI Philip Hutapea]



Setelah mendengar dan menerima berita Injil yang diberitakan oleh Epafras, jemaat Kolose tidak putus-putusnya bertumbuh, baik dari segi iman, kasih, maupun pengharapan. Jemaat Kolose bersyukur karena Allah sudah menyediakan kehidupan kekal di sorga saat mereka menerima Yesus Kristus. Rasul Paulus merasa senang dan tidak putus-putusnya mengucap syukur karena mengetahui bahwa jemaat Kolose berbuah dan berkembang dalam iman, pengharapan, dan kasih berdasarkan Injil (1:3-5).

Walaupun jemaat Kolose bertumbuh dengan baik, Rasul Paulus menghendaki agar jemaat Kolose tdak puas dengan kemajuan mereka. Ia menginginkan agar jemaat Kolose bukan hanya bertumbuh, tetapi mengetahui kehendak Allah dengan sempurna (1:9). Perjalanan hidup orang Kristen seharusnya tidak mengenal arti mundur atau berhenti, melainkan harus terus bertumbuh secara rohani. Seorang Kristen seharusnya semakin hari semakin mengenal Tuhan dan kehendak-Nya.

Jemaat Kolose seharusnya bukan hanya mendengar, melainkan benar-benar mengenal dan menghayati kasih karunia Allah. Mengenal dan menghayati kasih karunia Allah adalah titik tolak dan dasar bagi seorang Kristen untuk bertumbuh. Tanpa mengenal dan menghayati kasih karunia Allah, seorang Kristen akan sulit bertumbuh (bandingkan dengan 1:6).
Apa yang dimaksud dengan kasih karunia Allah itu? Kasih karunia Allah adalah kasih karunia yang melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam terang (1:12-13) atau kasih karunia yang memindahkan kita dari kebinasaan kekal ke kehidupan yang kekal. Setelah mengenal dan benar-benar menghayati kasih karunia Allah, pengertian itu akan membuat seorang Kristen mengetahui kehendak Tuhan. Mengetahui dan melakukan kehendak Tuhan akan mewujudkan kehidupan yang layak dan berkenan kepada Tuhan.

Seperti jemaat Kolose, kita pun diminta agar semakin mengenal dan mengalami kasih karunia Allah, serta semakin mengenal kehendak Tuhan, sehingga hidup kita menjadi layak dan berkenan kepada-Nya. Sudahkah Anda mengenal dan mengalami kasih karunia Allah serta sungguh-sungguh menghayatinya? Sudahkah Anda mengerti kehendak Tuhan dan melakukan-Nya dalam hidup Anda? Wujudkanlah hidup yang layak dan berkenan kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-hari! [GI Philip Hutapea]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design