Hakim-hakim 4

Melayani adalah Kehormatan

4 Mei 2020
GI Roni Tan / GI Purnama
Barak adalah putra Abinoam dari Kedes di daerah Naftali. Tuhan memilih Barak untuk menjadi pemimpin bangsa Israel melawan Sisera, panglima yang mendukung Yabin, raja Kanaan yang memerintah di Hazor. Pasukan Sisera dilengkapi dengan 900 kereta besi sehingga pasukannya sangat kuat, sedangkan Barak didukung oleh pasukan sebanyak 10.000 orang yang berasal dari bani Naftali dan bani Zebulon (4:1-7). Sayang, Barak adalah seorang yang bernyali kecil. Dia tidak berani memimpin pasukan seorang diri. Dia meminta Debora?seorang nabiah yang saat itu menjadi hakim di Israel?untuk menemani dia memimpin pasukan. Dengan dukungan Debora, Barak memimpin pasukannya dan Tuhan membuat Sisera dan pasukannya menjadi kacau dan akhirnya melarikan diri. Barak mengejar pasukan musuh yang dilengkapi kereta besi itu sampai berhasil menumpas seluruh tentara musuh (4:15-16). Akan tetapi, Sisera berhasil melarikan diri. Barak terus mencari dan akhirnya menemukan bahwa Sisera telah mati di tangan seorang wanita bernama Yael (4:17-22). Kematian Sisera ini membuat Yabin takluk, dan akhirnya Yabin binasa (4:23-24).

Barak adalah orang yang dipilih Tuhan menjadi pemimpin yang menaklukkan Sisera dan seluruh tentaranya. Sayang, dia tidak berani mengandalkan Tuhan saja. Dia hanya mau menjadi pemimpin bila didukung oleh Debora. Akibatnya, kehormatan membunuh Sisera, sang panglima musuh, diberikan kepada Yael, seorang ibu rumah tangga biasa (4:6-9). Dalam gereja, Tuhan sudah memberikan karunia yang khusus kepada setiap orang percaya. Sayangnya, banyak orang percaya yang tidak menyadari karunia yang dimilikinya atau yang tidak mau memakai karunia yang dimilikinya untuk melayani. Perlu diketahui bahwa karunia yang dimiliki seseorang hanya bisa berkembang bila karunia itu dipakai untuk melayani. Gereja perlu memberi kesempatan?bahkan memberi dorongan?kepada anggota jemaatnya untuk melayani, tetapi anggota jemaat juga perlu memberi diri untuk melayani. Kesempatan melayani harus dipandang sebagai kehormatan yang diberikan Allah kepada anak-anak-Nya. Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menyebut hamba yang melakukan tugasnya dengan baik sebagai "hamba yang baik dan setia", tetapi hamba yang tidak melakukan apa-apa disebut sebagai "hamba yang jahat dan malas" (Matius 25:14-30). Apakah Anda adalah hamba yang baik dan setia?
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design