Matius 26:17-35

Tuhan Yesus adalah Anak Domba Allah

15 April 2019
Bacaan Alkitab hari ini : Matius 26:17-35

Paskah adalah salah satu hari raya terpenting bagi bangsa Israel yang ditentukan Allah dalam Keluaran 12. Pada malam sebelum bangsa Israel dibebaskan dari perbudakan di negeri Mesir, Allah memerintahkan setiap keluarga bangsa Israel untuk memotong seekor anak domba yang tidak bercela. Daging anak domba itu harus dipanggang dan dimakan habis malam itu juga. Setelah itu, mereka harus mencelupkan hisop ke dalam darah anak domba itu dan membubuhkannya pada ambang pintu masing-masing. Tanda darah pada ambang pintu akan menyelamatkan mereka dari pembunuhan yang dilakukan oleh malaikat Allah pada malam itu (Keluaran 12:23). Anak domba yang dipotong serta darah yang tercurah tidak hanya menyelamatkan bangsa Israel dari kematian, tetapi juga memerdekakan mereka dari perbudakan, sehingga mereka menjadi bangsa merdeka. Allah memerintahkan bangsa Israel untuk memperingati peristiwa tersebut sebagai hari raya melalui perjamuan Paskah.

Bacaan hari ini menceritakan tentang perjamuan Paskah yang diselenggarakan oleh Tuhan Yesus bersama para murid-Nya, namun dengan pemaknaan baru. Dari catatan perjamuan Paskah tersebut, kita dapat memetik tiga pelajaran. Pertama, Tuhan Yesus menyebut roti yang dipecahkan sebagai tubuh-Nya yang diserahkan dan anggur sebagai darah-Nya yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa (26:26-28). Dengan demikian, Tuhan Yesus mendeklarasikan diri-Nya sebagai Anak Domba Allah yang dikorbankan (Yohanes 1:29). Kedua, sama seperti pengorbanan anak domba di Perjanjian Lama telah menciptakan bangsa Israel baru yang merdeka dari perbudakan di Mesir, demikian juga pengorbanan Anak Domba Allah menciptakan sebuah bangsa rohani baru yang merdeka dari perbudakan dosa. Ketiga, Tuhan Yesus berjanji kepada para murid untuk mengadakan perjamuan bersama dalam Kerajaan Bapa-Nya kelak (26:29). Janji ini mengonfirmasi bahwa Perjamuan Kudus yang kita adakan pada masa kini sebagai peringatan akan pengorbanan Tuhan Yesus memiliki relevansi kekal. Perjamuan Kudus mengingatkan bahwa kelak kita akan menikmati kehidupan kekal di dalam Kerajaan Allah. Bagaimana sikap Anda ketika menerima Perjamuan Kudus: Apakah Anda selalu bersyukur untuk pengorbanan Anak Domba Allah yang dikorbankan untuk pengampunan dosa Anda? Apakah Anda selalu ingat akan pengharapan kekal kita bersama Tuhan Yesus dalam Kerajaan Bapa-Nya? [TF]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design