Pernahkah Anda merasa iri terhadap tokoh-tokoh Alkitab yang bisa melihat, mendengar, dan berjalan langsung bersama Tuhan Yesus? Terkadang, kita mungkin menganggap kualitas iman kita jauh lebih lemah daripada iman orang-orang masa lalu. Kita merasa tak berdaya menghadapi godaan zaman ini, seolah-olah bekal rohani kita tidak cukup kuat. Surat 2 Petrus menepis keraguan itu dengan menegaskan bahwa iman yang kita miliki saat ini memiliki nilai yang sama atau setara dengan iman para rasul. Tidak ada umat kelas dua di hadapan Allah!
Perhatikan jaminan yang kita miliki, "Kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia yang telah memanggil kita untuk kemuliaan dan kebaikan-Nya." (1:3). Jaminan ini amat menenteramkan. Rasul Petrus menekankan bahwa kedaulatan Allah tidak pernah setengah-setengah dalam menyelamatkan umat-Nya. Saat Kristus menebus dan memanggil kita, Ia telah menyediakan serta memberi segala perlengkapan rohani yang mutlak dibutuhkan untuk hidup kudus. Kita tak perlu mencari-cari tambahan kuasa dari luar. Di dalam Kristus, telah tersimpan seluruh kepenuhan anugerah Allah. Keselamatan kita adalah karya kedaulatan-Nya yang tuntas dan bersifat mutlak. Meskipun demikian, kelimpahan anugerah ini sama sekali tidak boleh menjadi alasan untuk bermalas-malasan secara rohani. Karena Tuhan sudah memberi fondasi yang begitu sempurna, kita dituntut untuk merespons dengan ketaatan yang sangat aktif. Kasih karunia Allah bukan izin untuk hidup sembrono, melainkan energi yang memampukan kita untuk menaati kehendak Allah. Oleh karena itu, Rasul Petrus mendesak setiap orang percaya agar sungguh-sungguh menambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, dan memuncak pada kasih. Iman dalam hati adalah akar yang menghidupkan, sedangkan perubahan karakter hidup sehari-hari adalah buah yang merangkum keseluruhan bangunan rohani tersebut.
Anugerah Allah yang berdaulat harus menjadi motor penggerak bagi kedisiplinan iman Anda, baik saat Anda berjuang menyelesaikan pendidikan, saat Anda bekerja keras di kantor, maupun saat Anda mendidik anak-anak di rumah. Jangan biarkan kerohanian Anda menjadi tumpul atau lumpuh! Paculah diri Anda agar bisa terus bertumbuh bersama di dalam kelompok-kelompok persekutuan yang saling membangun. Peliharalah panggilan Allah! Peganglah firman-Nya dengan erat. Dalam zaman yang terus berubah ini, apakah Anda memiliki iman yang membuat Anda terus bertumbuh dalam Kristus dan hidup Anda menjadi kesaksian yang memuliakan Kristus?