Yeremia 23

Reformasi Iman

21 September 2021
GI Jokhana

Begitu Jerman menyerah tanpa syarat pasca perang dunia kedua, pasukan Sekutu langsung merencanakan serangkaian aksi untuk membangun kembali Eropa yang hancur lebur. Kemenangan yang mereka raih tidak membuat mereka larut dalam euforia, tetapi membuat mereka memikirkan langkah-langkah selanjutnya yang harus dilakukan agar peradaban Eropa yang baru bisa tumbuh dan tidak jatuh lagi pada paham fasisme, yaitu paham nasionalisme ekstrem yang menghendaki pemerintahan yang bersifat otoriter.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi pada zaman Nabi Yeremia. Segera setelah Tuhan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman atas bangsa Yehuda, Tuhan langsung menjanjikan adanya Reformasi Iman kepada mereka. Bangsa ini akan segera terbuang secara politik. Sekalipun demikian, secara identitas, mereka tetap merupakan umat kepunyaan Allah sendiri yang akan terus dipelihara oleh Allah. Inilah bentuk tertinggi dari kasih dan kesetiaan Allah terhadap bangsa Yehuda! Tuhan menghukum orang berdosa, bukan membuang orang berdosa! Lantas, bagaimana bentuk reformasi iman bangsa Yehuda tersebut? Pertama, mereka harus menyadari adanya nabi-nabi palsu yang bisa menyeret bangsa Yehuda ke dalam praktik penyembahan yang salah! (23:9-40). Allah sendiri berjanji bahwa Ia akan menghajar nabi-nabi yang membawa berita palsu tersebut supaya umat Yehuda tidak kembali tersesat. Kedua, Allah sendiri yang akan mengangkat Pemimpin bangsa Yehuda (23:5-8). Pernyataan ini mengoreksi pilihan bangsa Israel yang dahulu pernah memaksa Nabi Samuel untuk mengangkat seorang raja yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri, yaitu Raja Saul (1 Samuel 8). Dengan kata lain, bangsa yang merupakan hasil reformasi iman akan kembali mendapatkan hak-hak istimewa dari Allah!

Jangan ragu terhadap kasih dan kesetiaan Tuhan! Bangsa Yehuda yang bebal dan akan menerima hukuman Tuhan pun tetap akan menerima pemulihan status dan akan kembali menjadi kesayangan Allah. Demikian pula, setiap orang yang sungguh-sungguh memercayai Allah bisa saja berdosa dan dihukum. Akan tetapi, bila kita bersedia untuk bertobat dan kembali kepada Allah, kita akan dipulihkan. Apakah Anda menyadari, pembaruan spiritual dalam hal apa yang perlu terjadi dalam kehidupan Anda?

Pokok Doa
1. Kementerian Pertanian.
2. Pusat Pelatihan Misi Terpadu (PPMT).
3. Majelis & Staf Bidang PI Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design