Bait Allah atau Bait Suci memiliki perbedaan dan juga kesamaan dengan gedung gereja. Bait Allah hanya satu dan berada di Yerusalem. Bila hendak beribadah di Bait Allah, semua orang dari seluruh dunia harus datang ke Yerusalem. Akan tetapi, gedung gereja bisa didirikan di mana saja. Bila hendak beribadah, umat Kristen tidak perlu pergi ke Yerusalem, tetapi bisa beribadah di mana saja karena sesungguhnya, Allah adalah Roh dan Ia ada di mana saja. Kesamaan Bait Allah dan gedung gereja adalah bahwa keduanya adalah tempat berkumpul bagi umat Allah untuk beribadah bersama-sama. Yang menjadi masalah, "Apakah umat Allah masih memandang Bait Allah (pada masa lampau) atau gereja (pada masa kini) sebagai rumah Allah? Apakah beribadah di rumah Allah dan beribadah di rumah masing-masing sama saja?
Bagi umat Allah pada masa lalu, jelas bahwa mereka yang tersebar di tempat jauh tidak mungkin beribadah di Bait Allah setiap hari, kecuali mereka yang tinggal di Yerusalem. Mereka beribadah di rumah masing-masing dan hanya berkumpul di Bait Allah pada hari-hari raya, khususnya Hari Raya Paskah, Pentakosta, dan Pondok Daun. Kebiasaan ini berlangsung sampai Bait Allah dihancurkan oleh Jenderal Titus pada tahun 70 Masehi. Sejak gereja berdiri pada Hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2), umat Kristen beribadah bersama seminggu sekali pada hari pertama setiap minggu. Ingatlah bahwa sebutan Pentakosta telah mengalami pergeseran makna. Pentakosta bagi orang Yahudi adalah sejenis perayaan ucapan syukur atas hasil panen, sedangkan Pentakosta bagi umat Kristen adalah hari peringatan turunnya Roh Kudus yang bertepatan waktu dengan Hari Raya Pentakosta yang dirayakan oleh orang Yahudi.
Dalam bacaan Alkitab hari ini, yang menjadi masalah adalah bahwa halaman Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat berdoa, khususnya bagi para pendatang yang tidak boleh masuk ke dalam Bait Allah, telah berubah fungsi menjadi tempat berdagang. Seharusnya, Bait Allah adalah tempat beribadah, bukan tempat berdagang. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Yesus Kristus, Sang Anak Allah, amat marah saat melihat halaman Bait Allah berubah fungsi! Bagi umat Kristen pada masa kini, kita pun perlu memeriksa diri apakah gereja masih menjadi tempat beribadah? Saat Anda datang ke gereja pada hari Minggu, apakah Anda benar-benar datang untuk beribadah? Para aktivis gereja harus waspada agar tidak datang ke rumah Allah dengan motivasi mencari keuntungan, popularitas, atau kekuasaan! Sebaliknya, umat Tuhan juga harus mengingat bahwa gereja adalah tempat untuk beribadah secara bersama-sama sebagai umat Allah! Apakah Anda sudah dan terus mencintai gereja tempat Anda beribadah?