Kidung Agung 8:5-14

Fondasi Pernikahan

25 Juni 2026
Pdt. Timotius Fu

Bagian penutup kitab Kidung Agung berisi kesimpulan yang indah tentang pernikahan. Setelah menikmati puncak pernikahan, mempelai perempuan membangunkan suaminya di bawah pohon apel. Pemakaian buah apel dalam kitab ini mengandung konotasi intimasi fisik (2:3, 5; 7:8). Ia memuji ibu suaminya yang mengandung dan melahirkan seorang laki-laki yang begitu berharga. Selanjutnya, mempelai perempuan sadar bahwa keintiman fisik saja tidak cukup. Ia lalu menunjukkan tiga hal yang menjadi fondasi penting sebuah pernikahan, yakni janji setia, gairah keintiman fisik, dan kekuatan cinta.

Fondasi pertama pernikahan adalah janji setia. Mempelai perempuan meminta suaminya menempatkan dirinya seperti meterai di dalam hati dan lengan (8:6a). Waktu itu, meterai berbentuk ukiran atau tanda yang terpatri di atas benda yang dimiliki, simbol kepemilikan yang tidak berubah. Sama seperti meterai yang terpatri di hati dan lengan, mempelai perempuan ingin suaminya membuktikan kesetiaannya, baik di hati (melambangkan tekad yang bulat) maupun di lengan (melambangkan perbuatan nyata). Fondasi kedua adalah gairah yang gigih seperti dunia orang mati dan tak terpadamkan seperti nyala api TUHAN (8:6b). Selain berarti nafsu cinta, kata gairah juga menunjukkan kekuatan yang besar untuk mempertahankan apa yang sudah dimiliki. Seperti dunia orang mati yang tidak mungkin melepaskan orang yang masuk ke dalamnya, demikian pula gairah merupakan kekuatan untuk saling memiliki dan menerima. Fondasi ketiga adalah cinta yang tidak terpadamkan (8:7). Cinta yang kuat tidak luntur oleh ancaman dan bahaya, tidak dapat ditukar dengan kekayaan dan harta, serta tidak akan padam karena hinaan atau penolakan. Mempelai perempuan mengungkapkan tekadnya untuk menjaga adik perempuannya yang masih kecil (simbol berkat dan dampak pernikahan yang baik kepada keluarga). Kitab ini ditutup dengan kisah kebun anggur milik Raja Salomo yang menjadi simbol keluarga raja. Meskipun memiliki banyak permaisuri dan selir, Salomo menemukan cinta dan kebahagiaan sejati hanya pada kekasihnya dalam kisah ini.

Bacaan Alkitab hari ini mengajarkan tentang prinsip keluarga yang bahagia secara literal dan mengajarkan prinsip relasi gereja dengan Kristus secara simbolik. Relasi gereja dengan Kristus aman dan kekal karena dibangun di atas tiga hal yang Kristus kerjakan bagi gereja-Nya, yakni kesetiaan yang tidak berubah, gairah keintiman yang tidak padam, dan cinta yang tidak luntur. Sebagai respons atas jaminan relasi kita dengan Kristus, apakah Anda telah berusaha setia kepada Kristus, bergairah membangun hubungan yang intim dengan Dia, serta mencintai Dia melebihi segala sesuatu?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design