Yehezkiel 31

Pohon yang Ditebang

27 Juli 2026
GI Jokhana

Selama berabad-abad, kejatuhan Kekaisaran Romawi tampak mustahil terjadi. Roma adalah salah satu pusat peradaban terbesar dalam sejarah. Puncaknya, Kekaisaran Romawi menguasai wilayah yang sangat luas, menopang banyak bangsa lewat militer, hukum, dan stabilitas politik yang dikenal sebagai Pax Romana (masa damai Romawi). Banyak bangsa hidup di bawah naungannya. Sayangnya, kesombongan, korupsi, dan kemerosotan moral secara perlahan merapuhkan fondasinya, sehingga kekaisaran besar yang dianggap tak tergoyahkan itu pun akhirnya runtuh. Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa tidak ada kekuasaan yang kebal terhadap kejatuhan bila Allah disingkirkan dan manusia menjadikan dirinya sendiri sebagai sumber kekuatan.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Kerajaan Asyur digambarkan sebagai pohon aras di Libanon yang tinggi menjulang, dikelilingi aliran air, cabangnya rindang, dan menjadi tempat bernaung burung-burung serta binatang. Gambaran itu memperlihatkan pengaruh politik dan ekonomi Kerajaan Asyur yang luas, serta simbol kejayaan kerajaan yang mempengaruhi banyak bangsa. Tidak ada pohon (kerajaan) lain di "taman Allah" yang menandinginya. Namun, terdapat suatu kebenaran penting, yaitu bahwa "air" yang membuat ia bertumbuh bukan berasal dari dirinya sendiri. Segala kemegahan itu adalah pemberian Allah. Titik balik yang penting adalah saat "ia menjadi sombong karena ketinggiannya" (31:10). Di sinilah akar kejatuhannya! Kesombongan adalah klaim implisit bahwa diri sendiri adalah sumber kekuatan dan kemuliaan. Oleh karena itu, Allah menyerahkan Asyur ke dalam tangan bangsa-bangsa dan ia "ditebang" seperti pohon oleh "orang-orang asing yang paling ganas" di antara bangsa-bangsa (31:11-12). Pohon yang dahulu memberi perlindungan telah menjadi reruntuhan. Kejatuhan Asyur merupakan peringatan agar kita jangan meninggikan diri, karena kesombongan selalu berujung pada kehancuran.

Pesan di atas lalu diarahkan kepada Mesir. Jika Asyur yang begitu besar saja bisa jatuh, maka Mesir pun tidak akan luput. Dosa yang utama bukanlah sekadar kekuatan atau keberhasilan, tetapi identitas yang salah, yaitu saat seseorang atau suatu bangsa menganggap dirinya sebagai sumber kehidupan dan kemuliaan. Apa atau siapa yang menjadi sumber hidup Anda? Apakah Anda sadar bahwa semua yang Anda miliki adalah pemberian Allah? Apakah Anda mulai meninggikan hati? Allah berwewenang untuk meninggikan maupun menjatuhkan. Yang meninggikan diri akan direndahkan, tetapi yang bergantung kepada Tuhan akan berdiri teguh dalam anugerah-Nya. Apakah Anda berakar pada Allah, atau Anda berakar pada diri sendiri?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design