Yohanes 20:19-31

Berbahagia Karena Memercayai Kristus (Pasca-Paskah)

7 April 2026
GI Purnama

Sepanjang sejarah kekristenan, kita akan bisa menemukan banyak orang yang menekankan pentingnya pengalaman melihat mukjizat sebagai landasan untuk percaya. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Tomas adalah seorang yang dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak akan memercayai kebangkitan Yesus Kristus bila dia tidak berjumpa langsung dengan Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian di kayu salib. Terhadap murid-murid Kristus yang telah lebih dahulu berjumpa dengan Kristus yang bangkit, Tomas berkata, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku "menaruh jariku ke dalam bekas paku itu serta menaruh tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." (20:25). Yesus Kristus tidak marah saat mendengar perkataan itu, bahkan Ia mewujudkan keinginan Tomas itu (20:27). Akan tetapi, setelah mewujudkan tekad Petrus, Kristus berkata, "Karena engkau telah melihat Aku, engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." (20:29). Bagi Tuhan Yesus, percaya yang patut dihargai adalah "percaya walaupun tidak melihat".

Kitab Ibrani mengatakan, "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat." (Ibrani 11:1). Injil Yohanes ditulis supaya Anda dan saya percaya bahwa Yesus adalah Mesias, dan supaya iman terhadap Yesus Kristus itu membuat kita memperoleh hidup yang kekal (bandingkan dengan Yohanes 20:31). Semua yang ditulis di dalam Injil Yohanes adalah hal-hal yang tidak kita lihat sendiri. Oleh karena itu, kita memerlukan iman untuk menjadi percaya. Tomas hidup sezaman dengan Yesus Kristus, sehingga ia bisa bertemu langsung secara berhadapan muka dengan Tuhan Yesus, tetapi kita tidak mungkin bisa memiliki pengalaman seperti itu. Pada masa kini, muncul cerita-cerita khayalan tentang perjalanan waktu, yaitu kisah tentang orang yang bisa berpindah ke masa depan atau ke masa lampau. Akan tetapi, kisah semacam itu adalah kisah khayalan yang tidak akan pernah bisa dibuktikan kebenarannya. Bagi kita, kisah-kisah dalam Alkitab adalah kisah nyata, bukan khayalan. Bukti bagi kebenaran kisah-kisah dalam Alkitab adalah iman. Iman membuat kita yakin bahwa kisah-kisah dalam Alkitab adalah benar. Dengan iman, kita tidak memerlukan bukti lagi karena iman adalah bukti tentang kebenaran segala sesuatu yang tidak kita lihat. Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah Mesias—atau Penyelamat—yang dijanjikan Allah dalam Perjanjian Lama? Apakah Anda yakin bahwa semua yang dituliskan dalam Alkitab adalah benar? Apakah Anda yakin bahwa Anda telah memiliki hidup kekal di dalam Kristus dan kelak Anda tidak akan menerima hukuman Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design