Sesudah Kristus wafat, yang mengurus penguburan bukan Petrus yang sering mempertontonkan komitmen sebagai seorang murid Kristus dan bukan pula murid lain di antara kesebelas murid yang tersisa setelah Yudas Iskariot mati bunuh diri, melainkan dua orang "murid" yang mengikut Kristus secara diam-diam, yaitu Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus. Status mereka yang tinggi dalam masyarakat membuat mereka tidak berani menjadi pengikut Kristus secara terang-terangan, mungkin karena mereka merasa malu atau takut dikucilkan oleh teman-teman mereka. Yusuf dari Arimatea, dengan memanfaatkan status sosialnya yang tinggi, langsung meminta kepada Pilatus agar diizinkan untuk menurunkan mayat Yesus Kristus dan mengurus penguburan-Nya. Nikodemus lalu datang membantu dengan membawa perlengkapan untuk penguburan, yaitu sekitar 30 kg campuran minyak mur dengan minyak gaharu. Mereka berdua mengambil mayat Yesus Kristus, mengafani-Nya dengan kain linen dan membubuhi-Nya dengan rempah-rempah menurut adat penguburan orang Yahudi, lalu menempatkan mayat tersebut di dalam kubur baru yang belum pernah dipakai. Ada kemungkinan bahwa kubur tersebut disiapkan untuk menguburkan Yusuf Arimatea sendiri sesudah ia meninggal. Penguburan ini penting karena dengan Yesus Kristus dikuburkan, berarti ada yang menyaksikan secara langsung bahwa Kristus benar-benar telah mati, sehingga kebangkitan jelas tidak bisa disamakan dengan siuman atau sadar dari keadaan pingsan.
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita agar kita tidak bersikap sombong dan tidak meremehkan mereka yang tidak berani mengungkapkan iman mereka secara lantang. Walaupun Yusuf dari Arimatea dan Nikodemus adalah orang yang tidak berani mengikut Kristus secara terang-terangan, saat situasi kritis, mereka justru lebih berani daripada murid-murid yang mengikut Kristus secara terang-terangan. Di beberapa negara yang penduduknya memusuhi umat Kristen, kadang-kadang ada orang-orang Kristen bawah tanah. Mereka mengikut Kristus dan beribadah secara diam-diam. Janganlah Anda meremehkan mereka, tetapi doakanlah mereka agar mereka memiliki hikmat untuk mengungkapkan iman secara bijaksana. Bila Anda merasa bahwa iman Anda kuat, Anda tetap harus waspada, tetap rendah hati, dan terus bergantung pada anugerah Tuhan. Iman Anda akan diuji saat Anda menghadapi bahaya yang disebabkan oleh iman Anda! Apakah Anda sudah menjadi pengikut Kristus? Apakah Anda berani mengungkapkan iman Anda dengan memberi diri untuk dibaptis? Walaupun Anda telah dibaptis, Anda tetap harus hidup dengan selalu bergantung pada anugerah Tuhan!