Hubungan antara Kristus dan murid-murid-Nya bukan hubungan berjarak karena perbedaan status, melainkan hubungan yang sangat erat seperti hubungan antara pokok anggur dengan carang atau ranting. Setiap ranting hanya bisa hidup bila ia menempel pada pokoknya. Ranting yang terlepas dari pokoknya pasti akan mati karena pokok anggur itulah sumber kehidupan ranting itu. Hanya bila tetap menempel pada pokok anggur, setiap ranting bisa hidup dan berbuah. Hal ini berlaku pula dalam hal hubungan antara Kristus dan para murid. Tanpa Kristus, para murid itu tidak berdaya dan tidak bisa berbuah. Perlu diingat bahwa hubungan antara para murid—dan juga kita—dengan Kristus haruslah merupakan hubungan kasih. Hubungan kasih inilah yang mendasari ketaatan para murid terhadap Sang Guru. Bila hubungan antara para murid—dan juga kita—dengan Sang Guru merupakan hubungan yang diwarnai oleh kasih dan ketaatan. Tuhan Yesus berjanji, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa yang kamu kehendaki, maka akan diberikan kepadamu." (15:7). Jelaslah bahwa bila kita hidup menurut kehendak Allah, kita akan berdoa sesuai dengan kehendak Allah, dan doa kita akan dikabulkan. Ingatlah bahwa Allah Bapa mengasihi Kristus dan Kristus mengasihi murid-murid-Nya. Hubungan kasih antara Kristus dan murid-murid-Nya itulah yang kemudian menghasilkan hubungan saling mengasihi di antara murid-murid Kristus.
Apakah Anda merupakan murid Kristus dalam pengertian bahwa Anda selalu berusaha untuk hidup dalam ketaatan kepada-Nya? Apakah selama ini, Anda telah tekun memperdalam hubungan dengan Kristus melalui doa dan pembacaan firman Allah? Apakah Anda mengasihi Kristus dan kasih Anda itu telah terwujud dalam ketaatan kepada firman Allah? Apakah Anda hidup dalam komunitas yang sama-sama sehati mengasihi Kristus dan kasih kepada Kristus itu selanjutnya tercermin dalam kehidupan yang saling mengasihi di antara diri Anda dengan orang percaya yang lain, khususnya dalam komunitas gereja tempat Anda beribadah? Bila Anda memiliki relasi yang baik dengan Kristus, seharusnya cara Anda berpikir dan bertindak akan terus disesuaikan dengan kehendak Kristus, dan relasi yang sehat ini tercermin dalam doa yang dikabulkan oleh Allah. Bila Anda merasa bahwa Allah tidak pernah mengabulkan doa Anda, Anda harus terus melakukan introspeksi diri. Tidak mungkin Allah tidak pernah mengabulkan doa Anda bila doa Anda telah sesuai dengan kehendak-Nya. Bila doa Anda belum mempertimbangkan kehendak Allah bagi diri Anda, maka Anda harus segera memperbaiki relasi dengan Kristus.