Kisah Para Rasul 17:16-31

Kristus di Tengah Pluralitas Agama

27 Oktober 2023
Pdt Andreas Himawan

Solus Christus. Hanya Kristus. Itulah ajaran Perjanjian Baru yang selalu digemakan oleh Reformasi Protestan. Hanya Kristus yang menjadi jalan menuju kepada Bapa (Yohanes 14:6). Hanya di dalam Kristus terdapat keselamatan (Kisah Para Rasul 4:12). Pertanyaan yang sering kali muncul adalah bagaimana kita dapat menghidupi kepercayaan solus Christus tersebut pada zaman ini, di tengah keanekaragaman agama dan kepercayaan yang masing-masing mengklaim memiliki jalan keselamatan yang berbeda.

Sebenarnya, pluralitas agama bukanlah sesuatu yang unik, yang hanya terjadi pada zaman ini. Rasul Paulus pun menghadapi kondisi masyarakat yang majemuk dengan berbagai macam kepercayaan. Bacaan Alkitab hari ini mengajak kita untuk belajar dari Rasul Paulus dalam menghadapi pluralitas keagamaan.

Pertama, Rasul Paulus tidak mencemooh, apalagi mengobrak-abrik agama dan kepercayaan orang lain dengan kasar. Kedua, walaupun tidak setuju dengan kepercayaan mereka, dia mengasihi mereka, mendatangi mereka, bergaul dengan mereka, dan tidak menghindari mereka. Ketiga, walaupun kepercayaan mereka salah, dia menghargai upaya mereka dalam mencari sang Pencipta. Bagi Rasul Paulus, keinginan mereka untuk mencari Allah sang Pencipta adalah suatu upaya rohani yang patut dihargai, karena upaya itu mencerminkan keluhuran manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Sayangnya, mereka tidak tahu jalan menuju pengenalan pada Allah yang sejati. Keempat, untuk membawa mereka kepada Allah, Rasul Paulus dengan penuh kasih dan keyakinan menyampaikan tentang Kristus yang bangkit dan yang hidup (17: 31). Di satu pihak, Rasul Paulus ingin menunjukkan kepada mereka jalan menuju kepada Allah yang sejati. Di pihak lain, ia sekaligus memperlihatkan bahwa di tengah pluralitas keagamaan, seorang Kristen tidak boleh mengompromikan kepercayaan solus Christus, yakni bahwa jalan kepada Allah hanya ada di dalam Kristus.

Di tengah kehidupan ini, kita menghadapi pelbagai agama dan "ilah-ilah". Walaupun mungkin saja mereka tidak menyukai kekristenan, kita tidak boleh menghindari mereka. Sebaliknya, seperti Rasul Paulus, dengan kasih dan keyakinan, kita mendatangi mereka, menghargai upaya mereka, mencari mereka yang tidak mengenal jalan keselamatan, dan dengan kasih dan bijaksana menuntun mereka untuk menerima Injil Kristus. Walaupun mereka belum tentu mau menerima, tugas kita adalah tetap mengasihi dan mencari mereka dengan tetap secara kokoh berpegang pada keyakinan bahwa Injil Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Apakah Anda sudah melaksanakan tugas ini?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design