2 Korintus 5:17-21

Pertobatan

24 Oktober 2023

Renungan Reformasi

Setiap tahun, Gereja Protestan mengingat dan merayakan Hari Reformasi pada tanggal 31 Oktober. Hal ini dilakukan untuk mengingat peristiwa saat Martin Luther menempelkan 95 Dalil--yang berisi kecaman terhadap kesesatan gereja pada masa itu--di pintu Gereja Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. Pada abad ke-16 itu, selain Martin Luther, ada orang-orang beriman yang lain--seperti John Calvin--yang melakukan upaya reformasi dan mentransformasi gereja saat itu yang telah dirusak oleh berbagai ajaran yang salah serta praktik moral yang sangat menyimpang dari ajaran kebenaran Yesus Kristus.

Untuk merayakan Hari Reformasi pada tahun ini, GEMA mengajak para pencinta dan pembaca Alkitab untuk merenungkan kembali tema-tema penting yang menjadi pokok ajaran Reformasi Protestan, serta merenungkan area-area kehidupan gerejawi yang perlu terus-menerus diperbarui pada masa kini.

Dari delapan renungan dalam "Renungan Reformasi", empat renungan pertama mengajak kita untuk berpikir mengenai beberapa ajaran Alkitabiah yang sangat ditekankan oleh Reformasi Protestan. Yang pertama adalah ajaran mengenai pentingnya pertobatan dan percaya kepada Yesus Kristus yang menjadi jalan pendamaian yang Allah sediakan bagi manusia berdosa. Yang kedua, adalah ajaran tentang anugerah Allah yang menjadi alasan tersedianya jalan pendamaian tersebut. Yang ketiga adalah tentang konsep bahwa orang-orang yang percaya kepada Kristus adalah imam-imam yang dipakai oleh Allah untuk pelayanan. Yang keempat adalah tentang finalitas Kristus, yakni bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan, tetapi kita akan merenungkan topik itu dalam konteks pluralitas agama.

Empat renungan berikutnya secara khusus berbicara tentang gereja, khususnya tentang kesatuan gereja dan misi gereja. Pada zaman ini, banyak orang Kristen tidak peduli pada gereja dan pekerjaan misi, khususnya tugas penginjilan. Bahkan, banyak orang Kristen yang memecah gereja dengan pelbagai ajaran sesat dan perbuatan-perbuatan yang egoistis dan tanpa cinta kasih. Demikian pula, pada zaman ini, orang-orang Kristen dan keluarga-keluarga Kristen tidak lagi sungguh-sungguh dan giat melakukan penginjilan. Misi Allah bagi keselamatan dan kesejahteraan dunia sering kali dilalaikan oleh gereja. Kiranya Renungan Reformasi ini dapat mendorong kita dan keluarga kita untuk lebih terlibat dalam pekerjaan misi Allah bagi dunia ini. [Pdt. Andreas Himawan]





Renungan GeMA 24 Oktober 2023
Pertobatan (Menjelang Reformasi)

Menjadi seorang Kristen bukanlah sekadar memeluk agama Kristen. Kita hanya bisa menjadi seorang Kristen yang sejati bila kita sudah percaya kepada Kristus dan dilahirkan kembali oleh Roh Kudus menjadi anak-anak Allah. Dengan demikian, kita menjadi ciptaan baru di dalam Yesus Kristus (5:17).

Kelahiran kembali menjadi anak-anak Allah ini hanya bisa terjadi karena kasih karunia Allah yang telah memberikan Yesus Kristus untuk menjadi jalan pendamaian bagi kita. Kita adalah manusia berdosa yang telah hidup dalam kehidupan lama yang penuh dengan kebohongan dan kejahatan, melawan dan memusuhi Allah. Kita seharusnya dimurkai dan dihukum kekal oleh Allah. Oleh kasih karunia-Nya, Allah justru menyediakan jalan bagi kita untuk kembali kepada Dia, yakni melalui Yesus Kristus yang telah mati untuk kita yang berdosa. Dia yang tidak berdosa telah memikul dosa-dosa kita dan menanggung hukuman--yang seharusnya kita tanggung--di atas kayu salib untuk menggantikan kita (5:21; 1 Petrus 2:24; 3:18). Dengan cara ini, Dia telah menyediakan jalan pendamaian dan keselamatan untuk kita (Roma 3:25).

Berita tentang keselamatan di dalam Kristus itu adalah Injil atau kabar baik yang diberitakan dan disampaikan kepada kita oleh para rasul di dalam Alkitab. Pemberitaan itu telah sampai kepada kita dengan diiringi suatu seruan dan panggilan untuk bertobat. "Berilah dirimu diperdamaikan dengan Allah." (2 Korintus 5:20). Perhatikan bahwa yang Allah inginkan adalah agar kita bertobat, percaya kepada Yesus Kristus, dan diperdamaikan dengan Allah.

Jika kita menyebut diri kita sebagai seorang Kristen hanya karena kita memeluk agama Kristen atau karena kita rajin ke gereja, sesungguhnya kita belum menjadi Kristen yang sejati. Tanpa kesungguhan menerima Kristus sebagai Juru Selamat, kita hanyalah Kristen KTP. Orang Kristen sejati haruslah menjadi pengikut Kristus. Menjadi pengikut Kristus harus dimulai dengan sungguh-sungguh bertobat dan memercayai Kristus yang memikul dosa-dosa manusia.

Alkitab memanggil kita untuk memberi diri didamaikan dengan Allah dan mendapat pengampunan dosa. Evaluasilah diri Anda: Apakah Anda sudah mendengar suara Firman Allah itu dan memberi diri untuk didamaikan dengan Allah, atau Anda justru masih suka melawan dan memusuhi Allah? Apakah dosa-dosa Anda telah Anda serahkan kepada Yesus Kristus dan dipakukan di atas kayu salib, atau kita masih memegang erat dosa Anda? Apakah Anda telah sungguh-sungguh bertobat dan percaya kepada Kristus atau hanya sekadar mengaku Kristen karena Anda memeluk agama Kristen? [Pdt Andreas Himawan]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design