Nehemia 5

Bijak di saat Krisis

13 November 2015
Bacaan Alkitab hari ini: Nehemia 5

Perhatian: Khusus renungan GeMA Mobile Kitab Nehemia, renungan yang dimuat di sini sedikit berbeda dengan renungan dalam GeMA Cetak. Berikut ini adalah renungan asli yang dibuat oleh Pdt. Johari Yohanis tanpa diedit sama sekali oleh editor.

Tahukah saudara bahwa segala sesuatu ada waktunya? Ada waktu kita memiliki segala sesuatu, ada waktu kita tidak memiliki apa-apa; ada waktu kita berada dalam keadaan makmur, ada waktu kita berada dalam masa krisis. Disaat menghadapi krisis, apa yang harus saudara lakukan ?

Di tengah-tengah perjuangan membangun, bangsa Israel mengalami krisis pangan. Mereka mengeluh tidak ada makanan buat anak-anak mereka. Karena tidak mampu mengatasi masalah krisis, mereka rela membiarkan anak dan saudara mereka dijual kepada orang lain dan dijadikan budak. Tentu kondisi ini sangat memprihatinkan dan mempengaruhi perjuangan mereka membangun tembok Yerusalem dengan baik. Sebagai seorang pemimpin yang bijak, Nehemia :

Pertama, Menemukan Akar Masalah (5:1-7). Ketika proses membangun sedang berlangsung, bangsa Israel mengeluh karena krisis. Mendengar hal itu, Nehemia segera memberikan perhatian dan mendengar keluhan mereka, kemudian mencari penyebab dari krisis itu. Setelah menemukan akar masalahnya, ia sangat marah kepada para pemuka dan penguasa yang menyebabkan bangsa Israel mengalami krisis pangan di tengah-tengah perjuangan mereka membangun. Disaat kita berada dalam kesulitan, mari kita minta hikmat Tuhan untuk menemukan penyebab dari pada kesulitan yang kita hadapi.

Kedua, Memberikan Solusi (5:8-13). Setelah mendengar dan ia memikirkan masak-masak, ia memberikan solusi untuk mengatasi persoalan bangsa Israel. Ia menggugat para pemuka dan penguasa yang selama ini makan riba dan mengambil hasil ladang dan kebun mereka, dan memerintahkan supaya mereka mengembalikannya kepada pemiliknya. Suatu tindakan sederhana tetapi memberikan solusi mengatasi krisis.
Ketiga, Mintalah Pertolongan Tuhan (5:14-19). Untuk kebutuhannya, Nehemia tidak ingin membebani rakyat. Ia tidak ingin mencari kepentingan dan keuntungan diri sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan dan keuntungan rakyat. Ia takut akan Tuhan dan minta kepada Tuhan untuk menjamin kesejahteraan hidupnya.

Sebagai seorang pemimpin yang bijak, apakah engakau seorang pemimpin dalam keluarga, perusahan, dan gereja, jadilah pemimpin yang bijak dalam menghadapi krisis dengan menemukan akar masalah, agar kita dapat memberikan solusi atau way out, kemudian mintalah pertolongan Tuhan untuk memberikan kesejahteraan kepada kita, karena Dia yang memelihara kita. (jy)

Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. ( 2 Tesalonika 3:16 )
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design