Yohanes 1:19-34

Anak Domba Allah yang Menghapus Dosa

23 Februari 2026
GI Purnama

Penampilan Yohanes—selanjutnya disebut Yohanes Pembaptis untuk membedakan dengan Yohanes murid Tuhan Yesus—telah memesona orang-orang yang menyaksikan pelayanannya, sehingga banyak orang menyangka bahwa dia adalah Mesias yang dijanjikan Allah dalam Perjanjian Lama. Akan tetapi, untuk menghindari kesalahpahaman, Yohanes Pembaptis berkata dengan tegas, "Aku bukan Mesias." (1:20). Saat Yohanes Pembaptis melihat Tuhan Yesus datang kepadanya, ia memakai kesempatan itu memperkenalkan, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus—atau ‘mengangkut’ (Alkitab versi Terjemahan Lama)—dosa dunia." (1:29). Perkataan Yohanes Pembaptis itu mengingatkan kita pada upacara tahunan terpenting bagi orang Yahudi yang dilakukan setiap Hari Raya Pendamaian (Imamat 16). Dalam upacara itu, mula-mula Imam Besar mempersembahkan seekor lembu jantan muda sebagai kurban penghapus dosa bagi dirinya sendiri, agar dia layak melaksanakan upacara kurban. Selanjutnya, dia mengambil dua ekor kambing jantan untuk kurban penghapus dosa dan membuang undi. Satu kambing jantan disembelih dan dipakai sebagai kurban penghapus dosa, dan satu kambing jantan lagi dilepaskan ke padang gurun. Yang menarik, sebelum kambing jantan kedua dilepaskan ke padang gurun, Imam Besar akan meletakkan kedua tangannya di atas kepala kambing jantan itu dan mengakui segala kesalahan dan pelanggaran orang Israel, sehingga dosa umat Israel seperti diletakkan di atas kepala kambing jantan itu, lalu diangkut dan dibuang oleh kambing jantan itu ke padang gurun. Gambaran pada upacara di Hari Raya Pendamaian itu tepat menggambarkan apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus Kristus menjadi Kurban yang menghapus dosa atau mengangkut dosa setiap orang berdosa yang mau percaya kepada-Nya.

Alkitab dengan jelas menegaskan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah (Roma 3:23), dan bahwa upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Kata "maut" bukan hanya berarti kematian jasmani, tetapi juga berarti kematian rohani atau keterpisahan dari Allah. Bila dosa masih menguasai kehidupan Anda, berarti bahwa Anda masih mati secara rohani! Bila kita percaya kepada Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus dosa kita, kita mendapat hidup yang kekal dan terhubung lagi dengan Allah serta disebut sebagai anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Ciri orang yang telah memperoleh hidup yang kekal adalah adanya rasa tidak nyaman bila berbuat dosa. Saat Anda berbuat dosa, apakah Anda tetap merasa nyaman? Apakah Anda sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design