Obaja 1

Kuat di dalam Tuhan

31 Januari 2026
Pdt. Okky Chandra

Hukuman atas Edom dan Pemulihan Israel

Kitab Obaja—yang terdiri dari 21 ayat—adalah kitab terpendek dalam Perjanjian Lama. Kitab ini berisi nubuat Allah yang disampaikan melalui Nabi Obaja, yang namanya berarti ‘pelayan Allah’. Silsilah dan latar belakang keluarga Obaja tidak diketahui. Waktu penulisan kitab ini tidak dapat ditentukan secara pasti, berkisar antara 850 – 400 SM.

Tema besar kitab ini adalah penghukuman Allah atas bangsa Edom bersama dengan semua bangsa yang menentang Allah Israel dan umat-Nya. Adapun bangsa Edom dan bangsa Israel memiliki nenek moyang yang sama, yaitu Ishak. Bangsa Edom merupakan keturunan Esau, sedangkan bangsa Israel adalah keturunan Yakub (Kejadian 25: 23-26). Allah pernah melindungi bangsa Edom dengan melarang bangsa Israel menyerang mereka. Ia berfirman, "Jangan menyerang mereka, karena Aku tidak akan memberikan setapak kaki pun dari negeri mereka kepadamu. Sebab, kepada Esau telah Kuberikan Pegunungan Seir menjadi miliknya." (Ulangan 2:5). Akan tetapi, bangsa Edom mendatangi bangsa Israel dengan sejumlah besar tentara bersenjata. Mereka tidak mengizinkan bangsa Israel melewati daerah mereka. Tema besar lain dari kitab Obaja adalah bahwa umat perjanjian Allah, yang telah mengalami hukuman dari Allah, akan dipulihkan oleh Allah. Kitab ini diakhiri dengan janji tentang Kerajaan Allah.

Dalam nubuatnya, Nabi Obaja mengecam kesombongan dan kekejaman bangsa Edom terhadap bangsa Israel saat mereka menjadi sekutu dari musuh-musuh Israel dan menghempaskan Yerusalem. Perlakuan jahat ini tidak akan lolos dari hukuman, dan kehancuran Edom sudah dinubuatkan. Setelah itu, sang nabi menujukan nubuatnya kepada sisa bangsa Israel dan menghibur mereka dengan menyampaikan bahwa pada akhirnya, Allah Israel dan kebenaran-Nya akan menang atas kejahatan dan kefasikan semua bangsa. Pada hari TUHAN, umat Allah dan kota Yerusalem akan mengalami kelepasan dan pemulihan.

Nubuat Obaja tentang pembalasan Tuhan terhadap Edom yang membantu musuh bangsa Israel dan memandang rendah umat Allah adalah peringatan bagi semua bangsa lainnya yang bersikap dan bertindak serupa terhadap bangsa Israel. Bahwa Allah akan bertindak membela umat-Nya mengingatkan para pembaca akan perjanjian-Nya yang mencerminkan kasih Allah bagi umat-Nya. Oleh karena itu, perjanjian itu merupakan penghiburan dalam situasi sulit yang sedang mereka alami, sekaligus memberikan janji pengharapan untuk masa yang akan datang. [Pdt. Okky Chandra]

Kuat di dalam Tuhan
Sabtu, 31 Januari 2026

Bacaan Alkitab hari ini:
Obaja 1

TUHAN berfirman melalui Nabi Obaja bahwa Ia akan menghukum bangsa Edom yang menganggap diri mereka kuat dan tak terkalahkan. Wilayah Edom terletak di daerah pegunungan dan dikelilingi benteng alami yang sulit dijangkau musuh. Mereka merasa sangat percaya diri dan berkata dalam hati, "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (1:3), tetapi TUHAN berfirman bahwa Ia akan menurunkan bangsa Edom dan membuatnya menjadi bangsa yang kecil dan hina. Nabi Obaja menubuatkan bahwa bangsa Edom akan dilanda kehancuran dan kehilangan semua harta mereka. Jikalau perampok hanya mencuri sebanyak yang diperlukannya, atau pemetik buah anggur hanya memetik anggur sejumlah yang dibutuhkannya dan meninggalkan sisa, tidak demikian dengan bangsa yang akan menyerang Edom. Tidak akan ada harta yang tersisa, bahkan yang disembunyikan pun akan diangkut keluar dari Edom (1:6). Bangsa Edom bukan hanya akan kehilangan kebesaran dan kekayaannya, tetapi juga kehilangan teman-teman sekutunya. Selama ini, bangsa Edom merasa kuat karena ia mengandalkan perjanjian dengan beberapa kerajaan lain. Akan tetapi, akan datang waktunya bahwa Edom akan dikhianati oleh teman-teman sekutunya.

Adapun alasan di balik penghukuman Allah terhadap bangsa Edom adalah perlakuan bangsa Edom terhadap saudaranya—bangsa Israel—yang adalah umat Allah (1:11-14). Pada waktu bangsa Israel diserang dan dihancurkan oleh bangsa lain, bangsa Edom bukan membela saudaranya, tetapi malah membiarkan dan ikut menyerang dan menjarah kekayaan umat Allah. Akibatnya, Allah akan membalas kejahatan bangsa Edom.

Apa yang dapat kita pelajari dari bagian firman Allah ini? Penghukuman Allah datang kepada Edom oleh karena keangkuhannya. Bangsa Edom terlalu percaya diri dengan mengandalkan kekuatannya dan tambahan kekuatan dari teman-teman sekutunya. Kesombongannya melenyapkan kasih kepada saudaranya, umat Israel. Bangsa Edom memandang rendah dan membiarkan saudaranya justru pada saat saudaranya itu paling membutuhkannya. Allah membenci keangkuhan. Tuhan Yesus pernah berkata, "Siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan" (Matius 23: 12a).

Mari tanyakan diri kita hari ini: jikalau TUHAN melihat kedalaman hati kita, di manakah kita meletakkan rasa aman kita? Apakah kita merasa memiliki harta atau kemampuan yang cukup untuk hidup kita di tahun-tahun mendatang? Apakah kita memiliki koneksi yang kuat? Ataukah kita betul-betul hanya mengandalkan Tuhan saja? Kiranya Tuhan menolong kita untuk menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan kita, sehingga kita terus bersandar kepada kuasa TUHAN.

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design