Ibrani 13

Surga Itu Nyata

30 Januari 2026
Pdt. Souw Suharwan

Alkitab menggambarkan surga sebagai suatu tempat dan suatu keadaan (suasana). Sebagai tempat, surga seperti rumah dengan banyak ruangan (Yohanes 14:2-3), tempat kediaman yang kekal (2 Korintus 5:1), Yerusalem sorgawi (Ibrani 12:22-23), langit dan bumi yang baru (Wahyu 21-22). Sebagai keadaan, di surga terdapat kehadiran Tuhan (1 Yohanes 3:2). Di surga tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi kesakitan dan penderitaan (Wahyu 21:4), tidak akan ada lagi pemisahan karena kematian (Wahyu 20:6). Surga adalah tempat, sekaligus suasana, yang sangat dirindukan oleh setiap orang percaya.

Senada dengan penulis Alkitab yang lain, penulis Surat Ibrani menggambarkan surga sebagai "kota yang akan datang" yang sangat dirindukan orang percaya untuk dimasuki, karena dunia ini hanya tempat sementara, bukan tempat yang kekal (Ibrani 13:14). Kewarganegaraan kita adalah di dalam surga, tempat Kristus berada (Filipi 3:20; Ibrani 9:24), dan hidup kita di sana saling mengasihi satu dengan yang lain sebagaimana Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:7-8,16). Sebelum memasuki Kerajaan Surga, dunia ini merupakan tempat latihan atau tempat praktik untuk hidup dalam kasih, baik kepada Tuhan mapun kepada sesama. Kasih kepada Tuhan harus ditunjukkan melalui mencintai firman-Nya dan belajar dengan baik agar tidak mudah disesatkan (Ibrani 13:9), memberi persembahan kepada Tuhan (13:10-12), beriman kepada Kristus walau harus membayar harga (13:13), mengucap syukur dan memuliakan Allah (13:15). Kasih kepada sesama harus ditunjukkan melalui memelihara kasih persaudaraan (13:1), berbuat baik dan memberi tumpangan kepada orang asing (13:2,16), mengingat orang lain yang dihukum karena kesaksian Injil (13:3), setia kepada pasangan (13:4), merasa puas dengan apa yang Tuhan percayakan (13:5-6), memperhatikan para pemimpin rohani (13:7), menaati dan menghormati pejabat pemerintah (13:17), berdoa untuk para hamba Tuhan (13:18-19). Apa yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari—baik kasih kepada Tuhan maupun kepada sesama—menunjukkan bahwa kita sedang melakukan kehendak Tuhan untuk kemuliaan-Nya di bumi ini (13:21).

Praktik kasih adalah ciri warga Kerajaan Surga. Apakah Anda sudah menjadikan dunia sebagai tempat latihan untuk mengasihi? Kristus sudah merintis jalan dan kita harus mengikuti jejak-Nya. Sesudah berada di jalan yang benar, jangan menyerah! Tetaplah setia mengikuti jejak-Nya sampai kita mendengar Dia berkata, "Bagus, hai hambaku yang baik dan setia! Engkau telah setia dalam hal kecil; aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam hal yang besar. Masuklah ke dalam sukacita tuanmu (Matius 25:23).

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design