Ibrani 1

Yesus Kristus Lebih Tinggi dari Malaikat

18 Januari 2026

Ortodoksi Dan Ortopraksi

Ortodoksi adalah kepercayaan yang benar, yang dikontraskan dengan ajaran sesat. Kepercayaan ini dijabarkan melalui doktrin Kristen yang diterima secara luas. Ortopraksi adalah tindakan yang benar dalam kehidupan sehari-hari yang didasarkan pada ajaran yang benar. Jadi, ajaran mempengaruhi perilaku dan tindakan seseorang. Ajaran yang menyimpang bisa menghasilkan perilaku menyimpang. Sebaliknya, ajaran yang benar diharapkan menghasilkan perilaku yang benar. Keduanya?ortodoksi maupun ortopraksi?bagaikan dua sisi pada satu koin yang saling melengkapi dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Surat Ibrani membicarakan keduanya. Bagian doktrin iman Kristen dibahas di pasal 1-12, sedangkan bagian perilaku yang benar dibahas di pasal 13. Doktrin iman Kristen dibahas lebih dahulu untuk menjadi dasar kepercayaan, sekaligus mengajak untuk bertingkah laku sesuai dengan apa yang dipercaya. Penulis sadar bahwa jemaat orang-orang Yahudi diaspora yang menghadapi ancaman penganiayaan itu harus berjuang mempertahankan iman dan bersembunyi dari satu tempat ke tempat lain. Untuk mempertahankan iman agar tidak goyah, penulis mengemukakan ajaran-ajaran dasar yang meneguhkan iman. Sebagian di antara mereka telah kembali ke komunitas lama dan meninggalkan iman Kristen (3:12; 6:4-6). Terhadap jemaat yang masih setia kepada Tuhan, dilakukanlah upaya untuk mengajak mereka agar tetap mengerjakan keselamatan mereka dan tidak menjauhkan diri dari komunitas orang beriman (10:25) serta menjadi orang Kristen yang bersikap dewasa (6:1-3). Supaya jemaat tidak terbujuk oleh teman-teman mereka yang berusaha mempengaruhi mereka untuk kembali pada kepercayaan lama, penulis mengajarkan doktrin iman Kristen yang kuat.

Sejak permulaan Surat Ibrani, penulis mengajarkan bahwa Allah telah merencanakan untuk mengutus Anak-Nya dan berfirman melalui perantaraan Anak-Nya itu setelah genap waktunya. Penulis membandingkan Anak Allah sebagai lebih tinggi daripada para malaikat (pasal 1). Selanjutnya, penulis mengajarkan bahwa Kristus lebih tinggi dari Musa (pasal 3). Ia adalah Imam Besar dari jalur Melkisedek yang mendamaikan antara Allah dan umat-Nya secara sempurna (pasal 4-5, 7). Ia lebih tinggi dari pada Harun (Ibrani 7). Ia adalah Perantara dari perjanjian yang baru (pasal 8-9). Ia merupakan kurban yang sempurna yang memuaskan hati Bapa (pasal 10). Diperlukan iman yang teguh untuk dapat menyelesaikan perlombaan dengan baik seperti yang dilakukan para saksi iman (pasal 11-12). [Pdt. Souw Suharwan]





Renungan GeMA 18 Januari 2026
Yesus Kristus Lebih Tinggi dari Malaikat

Sejak zaman Perjanjian Lama, bangsa Israel memercayai sosok malaikat. Malaikat dipercaya sebagai utusan khusus Allah untuk mengemban misi tertentu dalam menyampaikan pesan-pesan-Nya, baik kepada pribadi maupun kepada sekelompok orang. Misalnya: Malaikat menampakkan diri kepada Lot (Kejadian 19:1-29). Abraham (Kejadian 22:11-13), bangsa Israel di padang gurun (Keluaran 23:20, 23). Malaikat juga menampakkan diri pada masa Perjanjian Baru, baik pada masa kelahiran Yesus Kristus maupun saat kebangkitan-Nya.

Mengapa penulis Surat Ibrani mengunggulkan pribadi Yesus Kristus di atas malaikat? Ternyata, ada satu masa saat orang Yahudi bukan hanya memercayai para malaikat sebagai utusan khusus Allah, tetapi juga memuja dan menyembah mereka. Pada masa antar perjanjian?yaitu masa antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?mereka menghormati secara berlebihan, bahkan sampai menyembah para malaikat, sehingga muncul sebutan angelolatri atau pemujaan malaikat. Kepada orang-orang yang mempunyai kepercayaan seperti itu, penulis Surat Ibrani mengoreksi sikap yang salah, sekaligus mendeklarasikan bahwa Yesus Kristus lebih tinggi daripada para malaikat: Pertama, Yesus Kristus memiliki status sebagai Anak Allah. Allah tidak pernah memanggil malaikat sebagai "Anak-Ku" (Ibrani 1:5). Hanya Yesus Kristus yang memiliki hubungan yang sangat erat dan unik, yaitu sebagai Anak Allah yang dikasihi oleh Allah Bapa; Kedua, Yesus Kristus punya hak untuk disembah: Semua malaikat diperintahkan untuk menyembah Yesus Kristus (Ibrani 1:6); Ketiga, Yesus Kristus adalah Pencipta dan Penguasa. Dialah yang menopang alam semesta (Ibrani 1:2-3). Sebaliknya, malaikat adalah makhluk ciptaan Allah; Keempat, takhta dan pemerintahan-Nya kekal, sedangkan malaikat digambarkan sebagai roh-roh yang melayani Dia (Ibrani 1:8); Kelima, hanya Yesus Kristus yang dipersilakan duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahabesar di tempat yang tinggi. Posisi ini tidak pernah diberikan kepada malaikat mana pun (Ibrani 1:3,13). Intinya, penulis surat Ibrani menunjukkan bahwa Yesus Kristus memiliki sifat dan kedudukan ilahi sebagai Allah yang layak untuk disembah, dan malaikat harus menyembah Dia.

Jangan mengulangi kesalahan fatal seperti orang Israel pada masa Antar Perjanjian yang menyembah malaikat. Meskipun mulia, malaikat hanya makhluk ciptaan yang berperan sebagai roh yang melayani. Sebagai anak-anak Allah, sudah seharusnya kita menempatkan Yesus sebagai yang paling utama dalam hidup kita. Dialah Allah yang layak menerima pujian, penghormatan, dan penyembahan kita! Apakah Anda sudah menyembah Dia dengan sepenuh hati?

[Pdt. Souw Suharwan]
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design