Yesaya 8:1-22

Percaya Pada Kasih Allah

19 Oktober 2023
GI Wirawaty Yaputri

Setelah menguatkan Raja Ahaz dengan mengatakan bahwa rencana Raja Aram dan Raja Israel tak akan berhasil (7:7), Allah berfirman kepada Nabi Yesaya tentang apa yang akan terjadi terhadap Damsyik (ibu kota Aram) dan Samaria (ibu kota Israel) di pasal 8. Di pasal sebelumnya, Allah menubuatkan apa yang akan terjadi terhadap Damsyik dan Samaria dengan memberikan suatu pertanda (7:14-16). Pertanda itu digenapi secara berganda: Pertama, pertanda itu digenapi melalui kelahiran seorang anak laki-laki yang dinamai Imanuel. Kedua, pertanda itu digenapi melalui kelahiran Yesus Kristus yang juga dinamai Imanuel yang berarti "Allah beserta kita". Kemudian, Allah kembali menyampaikan nubuat kepada Nabi Yesaya (8:1-4) yang isinya hampir sama dengan 7:14-16, tetapi penyampaiannya lebih jelas. Allah juga memakai anak Nabi Yesaya sebagai alat peraga. Anak itu akan dinamai Maher-Syalal Has-Bas yang artinya, "cepat-cepat merusak, buru-buru menjarah" (8:1-3). Maksudnya, sebelum anak itu bisa menyebut, "Mama! Papa!", kekayaan Damsyik dan jarahan Samaria akan diangkut di hadapan Raja Asyur (8:4). Mengapa umat Israel harus mengalami serangan Asyur? Jawabannya adalah karena mereka menolak air Syiloah yang mengalir perlahan (8:6). Israel dan Yehuda memiliki mata air Syiloah. Di zaman Perjanjian Baru, Syiloah dikenal sebagai Siloam. Mata air ini arusnya tenang dan airnya mengalir perlahan. Bangsa Israel dan Yehuda tidak memiliki sungai-sungai yang besar dengan arus deras seperti yang dimiliki Bangsa Asyur, yaitu Sungai Tigris dan Sungai Efrat. Allah memakai perumpamaan sungai yang mengalirkan air dari mata air Syiloah untuk menunjukkan hati orang Israel dan Yehuda yang tidak mau menerima apa yang diberikan Allah kepada mereka, dan mencari kekuatan kepada bangsa yang dianggap lebih kuat dan hebat seperti sungai-sungai yang mereka miliki. Orang Israel dan Yehuda tidak memercayai Allah yang memberikan ketentraman dan kesejahteraan. Mereka ingin berpetualang dengan hal-hal yang luar biasa dalam pandangan mereka. Namun, ketidaktaatan mereka justru menjadi bumerang. Saat mereka mencari pertolongan Asyur, sungai-sungai Asyur akan melanda dan menghancurkan mereka (8:7-8). Mereka mengambil pilihan yang salah dan menolak apa yang baik bagi mereka. Mereka mendatangkan celaka atas diri mereka sendiri.

Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa kasih Allah yang besar selalu memberi yang terbaik bagi kita. Hal ini terbukti melalui pengurbanan Anak-Nya di Golgota. Saat menghadapi kesulitan atau kesusahan, jangan tinggalkan Tuhan dan jangan cari pertolongan manusia. Apakah Anda selalu memercayai kasih Allah?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design