Markus 1:16-20

Panggilan = Kepengikutan

18 Agustus 2023
GI Mario Novanno

Saat memanggil murid-murid yang pertama, Yesus Kristus berkata, "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." (1:17). Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes mempunyai pilihan saat Kristus memanggil mereka. Simon dan Andreas sedang menebarkan jala di danau. Sepanjang umur mereka, menjadi nelayan mungkin adalah satu-satunya yang terpikirkan untuk mencari nafkah. Apa lagi, Yakobus dan Yohanes sudah menikmati kelimpahan, berkat usaha menjala ikan ayah mereka yang saat itu sedang berkembang (1:20 memberi tahu bahwa ada orang-orang upahan ayahnya). Apakah menjadi penjala manusia akan menjadi sumber penghidupan mereka? Murid-murid pertama tahu segalanya tentang menjadi penjala ikan, tetapi mereka tidak mengerti apa-apa tentang menjadi penjala manusia. Yang jelas bagi mereka adalah bahwa Yesus Kristus sedang memanggil mereka, dan mereka merespons dengan tepat, "Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia" (1:18). Kepengikutan ini membuat Petrus, Yakobus, dan Yohanes menjadi sokoguru--atau tiang penopang--jemaat (Galatia 2:9). Mereka menjadi pemimpin yang efektif bagi gereja Tuhan.

Tidak ada kepengikutan yang tidak berisiko. Mengikut Tuhan Yesus pun, berisiko. Seperti murid-murid pertama, kita tidak pernah tahu apa yang akan kita alami kelak saat kita bertekad untuk mengikut Tuhan. Ketika kita memutuskan untuk mengikut Tuhan, Dia tidak memberi jaminan atau janji untuk mengamankan kesejahteraan hidup kita dan keluarga kita .Bahkan, meminjam pidato terkenal dari Winston Churchill (Perdana Menteri Inggris pada Perang Dunia II), ‘darah dan keringat’ akan tertumpah ketika kita mengikut Tuhan dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi, pemimpin yang efektif bagi Tuhan adalah mereka yang mengikut Tuhan ketika panggilan dari-Nya datang. Di mana Tuhan berada, di sana juga seharusnya dia berada. Ke mana Tuhan mau dia ada, ke situ juga dia harus melangkah. "You (God) jump, I jump." "Engkau (Allah) melompat, aku juga melompat." Ungkapan tersebut bukan kepengikutan membabi buta yang konyol dari pihak kita sebagai respons dari panggilan seorang oknum yang sembarangan. Tuhan tahu apa yang Ia lakukan ketika Ia memutuskan memanggil seseorang untuk melakukan pekerjaan-Nya di dunia dalam bidang tertentu. Tuhan tahu secara detail dan sempurna apa yang Ia rancangkan tanpa perlu merincinya lebih dahulu kepada orang yang dipanggil-Nya. Masalahnya, beranikah kita merespons panggilan Tuhan? Berimankah kita? Bersediakah kita menjalani kepengikutan yang total bagi Tuhan demi menjadi pemimpin yang efektif bagi-Nya?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design