Ayub 23-24

Keadilan Allah

12 Agustus 2023
GI Benny Wijaya

Setelah mendengar ucapan Elifas, Ayub semakin sedih karena keluh kesahnya dipandang para sahabatnya sebagai pemberontakan terhadap Allah. Ayub sendiri merasakan penghiburan yang dilakukan para sahabatnya sebagai tekanan Allah terhadap dirinya (23:2). Ayub yang merasa dirinya benar (23:11-12) ingin berhadapan langsung dengan Allah, bukan dengan mereka (23:3). Ayub yakin bahwa Allah tahu jalan hidupnya. Oleh karena itu, jika Allah mengujinya, ia yakin bahwa ia akan timbul seperti emas (23:10). Bagaimana dengan hidup Anda: Apakah Anda memiliki keyakinan seperti Ayub yang berani untuk diuji? Ayub juga sadar tentang kedaulatan Allah, yaitu bahwa kehendak Allah pasti terlaksana (23:13-14). Membayangkan kedaulatan Allah membuat Ayub gemetar dan putus asa (23:15-16) karena Ayub merasa tidak mungkin membela diri walaupun ia merasa tidak bersalah (23:17).

Ayub mengajak para sahabatnya melihat bahwa sesungguhnya, banyak ketidakadilan dan penderitaan di tengah dunia ini (24:2-22). Mereka yang menderita juga berdoa (24:12), tetapi keadaan tidak menjadi lebih baik, seolah-olah Allah tidak peduli (24:12) Jadi, yang menderita bukan hanya Ayub, tetapi ada banyak orang yang menderita. Di dunia ini, banyak hal yang tidak mampu dimengerti oleh pemikiran manusia. Kebingungan Ayub mungkin merupakan kebingun

Di tengah dunia yang berdosa tempat Iblis berkuasa, tidak ada keadilan di dalamnya, apalagi keadilan yang sempurna. Keadilan yang sempurna adalah milik Allah, bukan milik manusia atau milik dunia ini, dan juga bukan milik Iblis. Tanpa campur tangan Allah Yang Maha Adil, ketidakadilan pasti terjadi di tengah dunia ini. Sekalipun demikian, di tengah ketidakadilan di dunia ini--yang kadang kala dibiarkan Allah--Allah tetap memiliki rencana dan kehendak, terutama bagi umat-Nya (23:13-14). Jadi, Allah menegakkan keadilan atau membiarkan ketidakadilan tetap ada di dunia karena Dia adalah Allah yang berdaulat. Sesungguhnya, bila manusia mendapat perlakukan tidak adil, hal itu bukan disebabkan karena Allah tidak adil, tetapi karena manusia hidup di dunia yang jahat, yang tidak adil, dan yang saling menyakiti. Saat umat Allah mengalami ketidakadilan merupakan waktu untuk datang kepada Allah dan memohon Allah bertindak. Sebagai anggota umat Allah, kita tidak boleh meniru sikap dunia ini yang tidak adil. Melalui umat-Nya, Allah menghendaki agar keadilan ditegakkan. Apakah Anda bersedia menegakkan keadilan dengan bijaksana?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design