Ayub 11

Hidup Berlandaskan Relasi dengan Allah

4 Agustus 2023
GI Benny Wijaya

Saat mendengar ucapan Ayub, Zofar--orang terakhir di babak pertama--menuduh Ayub dengan tuduhan bahwa Ayub tidak mencari Allah (11:13), padahal setiap argumen dalam percakapan dengan para sahabatnya juga tertuju kepada Allah dan Ayub memohon agar Allah menjawab Ayub. Jadi, jelas bahwa sebenarnya, Ayub yang dalam kondisi menderita itu tetap mencari Allah. Zofar menuduh Ayub tidak menjauhi kejahatan (11:14), padahal Allah memuji Ayub sebagai orang yang menjauhi kejahatan (1:8). Ayub selalu berusaha menguduskan anak-anaknya (1:5) walaupun bukti kejahatan anak-anaknya tidak ditemukan. Ayub ingin agar perbuatan serta hati anak-anaknya bersih.

Zofar juga mempertanyakan pengenalan Ayub terhadap Allah melalui pertanyaan, "Dapatkah engkau memahami hakikat Allah, menyelami batas-batas Yang Maha Kuasa?" (11:7 TB2). Memang benar bahwa tidak ada seorang pun yang dapat memahami Allah yang Maha kuasa dengan pemikiran manusia yang terbatas, kecuali bila Allah berinisiatif untuk menyatakan diri kepadanya dan memberi tahu apa yang perlu ia pahami. Siapakah yang paling mengenal seseorang selain dia yang selalu berelasi dengan orang itu. Relasi Ayub dengan Allah terlihat ketika dia berargumentasi dengan sahabat-sahabatnya. Ayub selalu berbicara kepada Allah sehingga ada relasi yang intim antara Ayub dengan Allah yang tidak terlihat dimiliki oleh sahabat-sahabatnya. Orang yang mencari Allah dan menjauhi kejahatan bukan berarti tidak akan menderita. Ingatlah bahwa penderitaan itulah yang membuat kita terus berusaha mencari kehendak Allah dan yang membuat relasi kita dengan Allah makin intim.

Umat Allah dipanggil bukan untuk bebas dari penderitaan, tetapi untuk menjalani hidup dalam ketaatan. Pengenalan akan Allah yang kita peroleh di dalam Kristus dan pengenalan akan kehendak-Nya yang bersumber dari firman-Nya akan menghasilkan hidup yang penuh sukacita, walaupun kita tidak bebas dari penderitaan menurut ukuran dunia ini. Penderitaan yang kita alami akan menjadi tidak berarti bila kita mengingat penderitaan Yesus Kristus bagi kepentingan kita. Pengenalan kita akan Allah dan kehendaknya tergantung dari ketekunan kita menjalin relasi dengan Allah melalui doa dan firman Tuhan. Saat ini, kita dapat berdoa dan membaca Alkitab setiap saat dan di mana saja. Apakah Anda memiliki kerinduan untuk makin mengenal Allah dan kehendak-Nya? Apakah Anda telah menyediakan waktu secara rutin untuk menjalin relasi dengan Allah melalui doa dan pembacaan firman Tuhan? Apakah kehidupan Anda telah disesuaikan dengan kehendak Allah bagi diri Anda?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design