Bilangan 28

Beribadahlah Lebih Sering dan Disiplin

20 Juli 2023
GI Mario Novanno

TUHAN memberi petunjuk mendetail tentang cara membawa persembahan kepada-Nya (28:3-15). Tiap hari harus ada kurban bakaran dua ekor domba berusia setahun yang tidak bercela, kurban sajian sepersepuluh efa tepung terbaik yang diolah dengan seperempat hin minyak tumbuk, dan kurban curahan seperempat hin minuman untuk setiap domba. Di samping itu, tiap Sabat harus ditambah dengan dua ekor domba dengan persyaratan--kurban sajian dan kurban curahan--sama seperti persembahan harian. Tiap bulan harus ditambah dengan dua ekor lembu jantan muda, seekor domba jantan, dan tujuh ekor domba berusia setahun yang tidak bercela. Kurban sajian untuk tiap lembu adalah tiga persepuluh efa tepung terbaik, untuk domba jantan adalah dua persepuluh efa tepung terbaik, dan untuk tiap domba jantan berusia setahun sepersepuluh efa terpung terbaik. Kurban curahan untuk tiap lembu adalah setengah hin anggur, untuk domba jantan sepertiga hin, dan untuk domba berusia setahun adalah seperempat hin. Kurban-kurban yang tetap di atas masih harus ditambah seekor kambing jantan sebagai kurban penghapus dosa.

Sebelum memberi petunjuk detail, TUHAN berkata, "Dengan setia dan pada waktu yang ditetapkan haruslah kamu mempersembahkan persembahan-persembahan kepada-ku sebagai santapan-Ku ...." (28:2). Jika hanya memperhatikan frase terakhir--‘sebagai santapan-Ku’--bisa muncul kesan bahwa TUHAN kelaparan jika orang Israel lupa membawa persembahan. Lagi pula, bukankah dua frase penting di awal ayat 2--yaitu "dengan setia" dan "pada waktu yang ditetapkan"--menguatkan kesan bahwa persembahan itu menyangkut kepentingan TUHAN? Akan tetapi, bukankah Allah itu Roh (Yohanes 4:24) yang tidak memerlukan makanan seperti manusia? Jadi, pertanyaannya adalah untuk apa TUHAN--Sang Pemilik bumi beserta seluruh isinya--meminta kepada orang Israel? Seandainya perlu makan pun, bukankah TUHAN bisa memperoleh santapan-Nya tanpa perlu bantuan orang Israel? Benarkah persembahan yang diminta TUHAN itu untuk kepentingan-Nya sendiri?

Dalam bukunya, Kemuridan Rohani, J. Oswald Sanders menulis, "... kehidupan terdiri dari membentuk dan menghentikan kebiasaan, karena kita semua adalah makhluk kebiasaan. Tidak ada kebiasaan yang lebih penting dan membangun daripada memelihara kehidupan menyembah yang konsisten--menyediakan waktu secara teratur untuk bertemu dan bersekutu dengan Tuhan. Oleh karena itu, maka masuk akal bila kebiasaan itu menjadi fokus serangan tiada henti dari musuh kita, si Iblis." Sangat logis dan pasti bermanfaat bila TUHAN mau kita senantiasa beribadah kepada-Nya (1 Timotius 4:8). Apakah TUHAN telah menjadi pusat perhatian Anda setiap saat?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design