Bilangan 20

Arahkan Mata pada TUHAN

13 Juli 2023
GI Mario Novanno

Bayangkan bila Anda adalah Musa yang baru saja kehilangan kakak perempuan yang Anda kasihi. Saat itu, Musa sedang berusaha move on dari perasaan duka yang mendalam. Bayangkan pula bahwa Anda telah sekian puluh tahun terus-menerus menanggung beban memimpin dan melayani dua juta orang yang sulit dipimpin. TUHAN sendiri berkomentar, "Semua orang yang telah melihat kemuliaan-Ku dan mukjizat- mukjizat yang Kubuat di Mesir dan di padang gurun, namun telah sepuluh kali mencobai Aku dan tidak mau mendengarkan suara-Ku, ..." (14:22). Sekuat apa pun Musa, dia adalah manusia biasa yang memiliki kelemahan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Musa dipersalahkan lagi untuk kesekian kalinya (20:4). Bisa dimengerti bila Musa menjadi sangat frustrasi terhadap bangsanya sendiri yang begitu keras hati dan lemah iman, sehingga kesabarannya habis dan ia meluapkan kemarahannya dengan memukul bukit batu (20:10-11), padahal TUHAN hanya memerintahkan Musa untuk berkata kepada bukit batu (20:8). Apakah saat itu, Musa teringat pada peristiwa saat TUHAN memerintahkan dia untuk memukul bukit batu (Keluaran 17:6)? Jika benar demikian, berarti Musa bersandar pada pengalamannya, bukan bersandar pada TUHAN. Setiap kali Musa beralih fokus dari Tuhan, dia rugi. Saat pertama kali berusaha membantu bangsanya dengan bertindak sendiri, Musa harus menghabiskan 40 tahun berikutnya di padang belantara menggembalakan domba (Keluaran 2:11-15). Kali ini, perilakunya membuat ia kehilangan kesempatan untuk memasuki Tanah Perjanjian (20:12).

Kekesalan terhadap bangsanya membuat Musa melakukan dosa yang sama, yaitu secara terang-terangan melanggar perintah Allah. Hal ini terjadi karena Musa mengalihkan perhatiannya ke perilaku orang lain, bukan tetap berfokus pada rencana Allah. TUHAN menempatkan orang-orang yang perlu dilayani di sekitar Anda. Namun, bila Anda tidak mengarahkan pandangan Anda pada TUHAN, Anda tidak akan bisa membantu mereka dengan baik. Berkonsentrasi pada kelemahan, ketidaktaatan, kurangnya keyakinan, dan sikap keras kepala mereka akan membuat Anda frustrasi. Sebaliknya, mengarahkan pandangan pada Allah yang kudus akan membuat Anda makin menyerupai Dia--murah hati, pengampun, panjang sabar, dan benar. Saat Anda kecewa, hampirilah Tuhan. Kenalilah rencana-Nya terhadap teman Anda dan jangan memusatkan perhatian Anda pada dosa atau kelemahan teman Anda agar Anda mendapat kekuatan, kebijaksanaan, dan kesabaran yang Anda butuhkan untuk membantu teman Anda dengan cara yang Tuhan kehendaki. Saat menghadapi masalah, apakah Anda mengarahkan pandangan Anda kepada Tuhan?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design