Imamat 5:14-6:7

Kurban Penebus Salah

29 Mei 2023
Wirawaty Yaputri

Semua aturan kurban yang diperintahkan Allah berasal dari hikmat dan keadilan Allah yang tiada tara. Sebagai contoh, dalam bacaan Alkitab hari ini, saat seseorang secara tidak sengaja melalaikan persembahan kudus kepada Allah, ia berdosa, sehingga ia harus mempersembahkan kurban berupa kambing domba untuk menebus dosa. Ia juga harus menambah seperlima untuk persembahan yang ia lalaikan. Persembahan yang dimaksud adalah antara lain persembahan sulung atau hulu, yaitu persembahan hasil pertama tanaman (2:14; 23:9-14) dan persembahan sulung hewan (27:26-27), persembahan persepuluhan (27:30-33), dan persembahan nazar (27:1-25). Ingatlah bahwa dosa lalai memberi persembahan dapat ditebus, tetapi dosa yang dilakukan dengan sengaja tidak bisa ditebus, sehingga tidak ada kurban tebusan untuk dosa yang disengaja. Selanjutnya, jika seseorang tanpa sadar melanggar perintah TUHAN, ia harus menanggung konsekuensi kesalahannya sendiri. Kondisi di atas berbeda dengan kondisi pada masa kini: Banyak orang tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri dengan memakai alasan "tidak tahu". Allah telah memberikan hukum dan aturan untuk dipatuhi, tetapi kita harus secara aktif mencari tahu apa yang menjadi perintah, hukum, dan aturan Tuhan, karena alasan "tidak tahu" tidak bisa diterima.

Kesalahan terhadap orang lain juga merupakan dosa dan harus ditebus dengan kurban. Tindakan mengambil, merusak, merampas barang orang lain merupakan dosa, dan pelakunya harus mengganti rugi dengan menambah seperlima kepada orang yang dirugikan. Penambahan seperlima ini adalah hal yang sangat pantas dan adil dilakukan, karena kelalaian dalam memberi persembahan akan merugikan pelayanan di Rumah Tuhan. Dengan mengambil, merampas barang orang lain, seseorang merugikan orang lain yang membutuhkan barang tersebut, apa lagi jika barang itu sangat diperlukan pada saat itu. Menambahkan nilai seperlima pada ganti rugi diharapkan bisa memberikan efek jera, sehingga selanjutnya orang itu diharapkan tidak melalaikan kewajibannya dan juga tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain. Hal penting yang kita pelajari adalah bahwa perbuatan merugikan orang lain merupakan dosa yang serius di mata TUHAN. Sebagai orang percaya, janganlah kita berpikir bahwa menjadi orang Kristen itu hanya berkaitan dengan doa dan ibadah atau relasi dengan Allah saja, sehingga kita mengabaikan--atau meremehkan--cara memperlakukan orang lain. Orang beriman harus selalu memperhatikan relasi dengan Allah dan sesama. Apakah iman Anda kepada Allah telah terwujud dalam sikap mengasihi sesama manusia?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design