Kisah Para Rasul 2:1-11; 10:44-48; 19:6-7

Bahasa Roh: Bukti Kehadiran Allah

26 Mei 2023
Pdt. Timotius Fu

Bahasa roh adalah salah satu karunia rohani yang menimbulkan perbedaan pemahaman yang luas dalam kalangan kekristenan. Isu-isu yang diperdebatkan mencakup apakah karunia ini menentukan tingkat kerohanian seseorang, apakah setiap orang percaya harus berbahasa roh, hingga apakah karunia ini adalah prasyarat keselamatan.

Sebenarnya, pembahasan tentang karunia ini hanya ditemukan dalam dua bagian Alkitab. Bagian pertama adalah Kisah Para Rasul yang membahas bahasa roh sebagai bukti kehadiran Allah di daerah Injil pertama kali diberitakan. Bagian kedua adalah 1 Korintus pasal 12-14 yang membahas implementasi karunia dalam pertemuan jemaat. Dalam renungan hari ini, kita fokus membahas bagian pertama, sedangkan bagian kedua akan dibahas dalam renungan besok.

Struktur Kisah Para Rasul tercatat di pasal 1 ayat 8. Yesus berjanji bahwa murid-murid akan menerima Roh Kudus yang kemudian memberi mereka kuasa untuk menjadi saksi dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Kitab ini selanjutnya menceritakan bagaimana Injil diberitakan sesuai tahapan yang tertulis dalam ayat di atas. Setiap kali Injil memasuki satu tahapan baru, Roh Kudus memberikan karunia bahasa roh untuk membuktikan kehadiran Allah. Peristiwa berbahasa roh pertama tercatat di Kisah Para Rasul 2:1-11. Waktu itu, Roh Kudus turun dan para murid mempraktikkan karunia bahasa roh untuk menandakan Injil mulai dikabarkan di Yerusalem dan Yudea. Peristiwa berbahasa roh kedua tercatat di 10:44-48 untuk menandai masuknya Injil ke Samaria dan pekabaran Injil kepada bangsa bukan Yahudi. Peristiwa berbahasa roh ketiga tercatat di 19:6-7 di kota Efesus. Sebagai pusat perdagangan dan kebudayaan dunia, masuknya Injil ke kota Efesus menandai penyebaran Injil sampai ke ujung bumi.

Sebagai catatan, rentang waktu antara peristiwa pertama dan kedua adalah 10 tahun dan antara peristiwa kedua dan ketiga adalah 15 tahun. Selain itu, bahasa roh dimanifestasikan dalam bentuk kemampuan berbicara dalam bahasa yang belum pernah dipelajari, sebagaimana 2:9-11 mencatat bahwa orang-orang dari 15 daerah mendengar para rasul berbicara dalam bahasa daerah mereka. Selain itu, Alkitab juga tidak mencatat adanya penerjemahan atau penafsiran atas dua peristiwa lain.

Berdasarkan pembahasan di atas, kita menyimpulkan bahwa Allah memanggil umat-Nya untuk mengabarkan Injil sampai ke ujung bumi. Roh Kudus menyertai para pekabar Injil dan mengaruniakan bahasa roh saat orang-orang meragukan kehadiran mereka sebagai utusan dari Allah. Dalam hal ini, wujud bahasa roh yang diberikan adalah kemampuan berbicara bahasa asing tanpa lebih dahulu mempelajarinya. Bagaimana respons Anda terhadap panggilan untuk mengabarkan Injil?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design