Ester 9-10

Sukacita Kemenangan

25 November 2022
GI Yorimarlina Umboh

Bulan ke-12--yakni bulan Adar--pada hari yang ke-13, adalah saat pelaksanaan titah raja untuk menyerang orang Yahudi. Akan tetapi, kenyataannya berbeda: Orang Yahudi-lah yang menyerang musuh-musuh mereka! Pasalnya, pada hari ke-13--dan dilanjutkan pada hari ke-14 sesuai dengan permintaan Ester--diberlakukan undang-undang yang memperbolehkan orang Yahudi melawan dan membunuh musuh-musuh mereka. Pada hari ke-13, di benteng Susan, orang Yahudi membunuh 500 orang, termasuk kesepuluh anak Haman, yaitu Parsandata, Dalfon, Aspata, Porata, Adalya, Aridata, Parmasta, Arisai, Aridai, dan Waizata (9:7-10). Ester lalu meminta agar kesepuluh anak Haman disulakan pada tiang. Dalam kisah Ester ini, Mordekhai menyelesaikan penghakiman Allah terhadap orang Amalek, yaitu Haman dan anak-anaknya (lihat penjelasan dalam renungan Ester 3-4). Pada hari ke-14, orang Yahudi membunuh 300 orang di benteng Susan dan 75 ribu orang di luar benteng, sehingga hari itu berubah menjadi hari perjamuan dan sukacita.

Mordekhai menulis peristiwa itu, lalu ia mengirim surat kepada semua orang Yahudi di seluruh wilayah kekuasaan raja Ahasyweros agar mereka merayakan hari ke-14 dan ke-15 bulan Adar sebagai hari perjamuan dan sukacita. Hari raya itu kemudian disebut sebagai Hari Raya Purim. Hari raya yang dirayakan setiap tahun tersebut mengingatkan orang Yahudi bahwa Allah telah menyelamatkan mereka dari rencana pembunuhan oleh Haman dan sekutunya. Hari raya ini biasanya dirayakan antara lain dengan membaca kitab Ester di sinagoge, saling mengirim makanan, memberi sedekah, makan bersama hidangan pesta, dan memakai kostum khusus. Apa yang dilakukan Mordekhai itu dicatat dalam sejarah Media dan Persia, dan Mordekhai menjadi orang kedua di bawah raja Ahasyweros. Kemenangan orang Yahudi tidaklah terlepas dari campur tangan TUHAN. Meskipun kehadiran TUHAN tidak terlihat secara kasat mata, Mordekhai menyadari adanya pertolongan TUHAN bagi orang Yahudi (lihat 4:14).

Riwayat Hari Raya Purim ini mengingatkan kita untuk tidak melupakan apa yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita. Sukacita terbesar dalam hidup orang beriman adalah karena Kristus telah membebaskan kita dari belenggu dosa melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Apakah Anda selalu mengingat penebusan dosa oleh Kristus dan Anda sudah merespons dengan selalu bersyukur serta hidup di dalam kehendak-Nya?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design