Yudas 1

Berjuang Untuk Iman

31 Agustus 2022
GI Wirawaty Yaputri

Relasi Yang Lebih Berharga

Surat Yudas ditulis oleh Yudas, saudara Yakobus (1:1). Di dalam Alkitab terdapat beberapa orang yang bernama Yudas. Akan tetapi, penjelasan bahwa penulis Surat Yudas ini adalah saudara Yakobus menunjukkan bahwa yang dimaksud adalah Yudas yang merupakan saudara sedarah dari Tuhan Yesus (Matius 13:55).

Mengapa Yudas tidak memperkenalkan diri sebagai saudara Tuhan Yesus secara terus terang, melainkan memperkenalkan diri sebagai hamba Yesus Kristus? Pertama, bagi Yudas, Tuhan Yesus itu terlalu mulia, sehingga dia merasa tidak pantas memperkenalkan diri sebagai saudara Tuhan Yesus. Hal ini menunjukkan bahwa Yudas telah menjadi seorang yang rendah hati. Kedua, Yudas menginginkan agar penerima suratnya tidak salah fokus. Walaupun pertalian darah dengan Tuhan Yesus merupakan sesuatu yang membanggakan, bagi Yudas, mengingatkan tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus itu lebih penting daripada menjelaskan tentang dirinya sendiri. Tuhan Yesus sendiri sangat menekankan pentingnya status persaudaraan secara rohani yang tidak berlandaskan adanya hubungan darah. Tuhan Yesus berkata, "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." (Markus 3:33-35).

Sebelum Tuhan Yesus bangkit, Yudas dan saudara-saudara Tuhan Yesus yang lain tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam Yohanes 7:5 dicatat, "Sebab saudara-saudara-Nya sendiri pun tidak percaya kepada-Nya. " Namun, setelah Yesus Kristus bangkit, mereka percaya kepada-Nya. Dalam Kisah Para Rasul 1:14 tertulis, "Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa  bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara  Yesus. " Yudas--yang sudah percaya kepada Tuhan Yesus--menyadari ketidaklayakan dirinya, sehingga ia menyebut dirinya sebagai hamba Yesus Kristus. Hal ini memperlihatkan kesadarannya bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Bagaimana dengan diri Anda? Di satu sisi, banyak orang merasa senang dan bangga bila memiliki relasi dengan pejabat, orang yang pandai, orang yang kaya, atau orang yang terkenal. Mereka akan menceritakan relasi tersebut kepada orang lain dengan antusias. Di sisi lain, apakah Anda bangga menjadi murid Tuhan Yesus? Apakah Anda adalah hamba Yesus Kristus, sama seperti Yudas? [GI Wirawaty Yaputri]

Yudas menuliskan surat ini kepada orang-orang percaya, yaitu mereka yang terpanggil, dan dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus (1:1). Tujuan penulisan surat ini adalah agar orang-orang percaya yang menerima surat ini tetap berjuang untuk mempertahankan iman (1:3). Kata "berjuang" yang dipakai oleh Yudas adalah kata dalam Bahasa Yunani epagonizomai yang berarti lapangan gulat. Kata ini menunjukkan bahwa orang percaya harus berjuang dengan kuat dan keras untuk membela, mempertahankan iman dari serangan musuh. Yang menarik, dalam tata bahasa Yunani, kata "berjuang " ini ditulis dalam bentuk present infinitive. Artinya, perjuangan orang percaya itu berlangsung secara terus-menerus.

Yudas meminta agar orang percaya mempertahankan iman karena adanya penyusup di antara orang-orang percaya waktu itu. Siapakah para penyusup ini? Yudas mengatakan bahwa para penyusup ini adalah orang-orang fasik yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk melampiaskan hawa nafsu mereka. Mereka menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan, yaitu Yesus Kristus (1:4). Jelas bahwa para penyusup ini adalah orang-orang yang telah menyimpang dari kebenaran. Kasih karunia Allah tidak boleh diartikan bahwa kita bebas untuk melampiaskan hawa nafsu. Kata "menyalahgunakan" adalah terjemahan dari kata metatithemi yang berarti mengubah. Kata "melampiaskan hawa nafsu " adalah terjemahan dari kata Yunani aselgeia yang berarti melakukan hal yang tercemar di depan umum. Para penyusup ini adalah orang-orang yang telah menerima kasih karunia Allah, namun mereka telah mengubah kasih karunia Allah menjadi alasan untuk melakukan kecemaran di depan umum. Bukan itu saja: Mereka juga menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita Yesus Kristus. Tidak disebutkan oleh Yudas bagaimana bentuk penyangkalan mereka. Mungkin saja penyangkalan itu sama dengan penyangkalan yang terjadi di surat 1 Yohanes 2:22-23, tetapi mungkin juga berbeda. Yang jelas, penyimpangan doktrin itu telah membuat hidup mereka menjadi tidak berkenan di hadapan Allah, dan mereka sudah pasti akan menerima hukuman Allah. Apakah Anda sudah bersungguh-sungguh ikut berjuang mempertahankan iman? Apakah Anda telah berusaha untuk selalu menjauhi hawa nafsu?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design