3 Yohanes 1

Penghalang Kasih

30 Agustus 2022
GI Wirawaty Yaputri

Apa yang bisa menjadi penghalang bagi kita untuk mengasihi? Salah satu penghalang untuk mengasihi adalah kesombongan. Rasul Yohanes mengingatkan Gayus--penerima surat 3 Yohanes--tentang Diotrefes, seorang yang tampaknya berpengaruh di gereja lokal.

Sikap Diotrefes berkebalikan bila dibandingkan denga sikap Gayus. Gayus dikenal sebagai orang yang hidup dalam kebenaran (1:3) dan yang hidupnya diwarnai oleh kasih (1:6), sedangkan Diotrefes adalah seorang yang tidak memiliki kasih dan hanya mementingkan dirinya sendiri. Diotrefes tidak mau memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes, bahkan anggota jemaat yang memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes ia kucilkan atau ia keluarkan dari gereja sebagai bentuk disiplin gerejawi (1:9-10), padahal orang Kristen yang melakukan pelayanan misi pada zaman itu mengandalkan tumpangan dan bantuan dari sesama orang Kristen di tempat pelayanan mereka. Rasul Yohanes memuji Gayus yang telah berbuat baik dan benar dengan memberi tumpangan kepada orang-orang Kristen yang datang ke tempat mereka (1:3-6). Orang Kristen pada masa itu pergi ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil tanpa mengambil keuntungan apa pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah (1:7). Hal ini berbeda dengan guru-guru dari berbagai agama lain yang mengharapkan pemberian bantuan materi dari pihak mana saja. Orang-orang Kristen seperti Gayus yang bersedia memberi tumpangan kepada orang-orang Kristen yang sedang melakukan perjalanan misi--atau sedang melakukan pekerjaan untuk kebenaran--berarti secara tidak langsung telah ikut mengambil bagian dalam pelayanan tersebut (1:8).

Mengapa Diotrefes tidak mau memberi tumpangan kepada Rasul Yohanes dan rekan-rekan seperjalanannya? Rasul Yohanes mengatakan bahwa penyebabnya adalah Diotrefes ingin menjadi orang yang terkemuka di tengah jemaat (1:9). Celakanya, Diotrefes menyombongkan diri dengan mengecilkan, merendahkan, dan menyakiti orang lain. Ia menyombongkan diri dengan tidak mengakui seorang rasul seperti Yohanes! Kesombongan dapat membutakan mata kita, sehingga kita tidak melakukan kebenaran dan kasih. Orang yang sombong tidak mementingkan kebenaran, apalagi kasih. Yang ia pentingkan hanya bagaimana agar dirinya lebih mulia, lebih dipuji, lebih diutamakan.

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design