2 Yohanes 1

Tetaplah Di Dalam Ajaran Kristus

29 Agustus 2022
GI Wirawaty Yaputri

Rasul Yohanes menuliskan surat ini khusus untuk seorang ibu di gereja lokal beserta dengan anak-anak rohaninya. Mengapa surat ini ditulis secara khusus untuk ibu itu? Mungkin, ibu itu adalah pemimpin gereja lokal yang berpengaruh dan hidupnya menjadi teladan di tengah jemaat. Dalam suratnya, Rasul Yohanes menyampaikan dua pesan:

Pertama, Rasul Yohanes mengungkapkan perasaan sukacita karena jemaat hidup dalam kebenaran. Sebagai penatua dan rasul, Rasul Yohanes bersukacita saat mendengar bahwa ibu yang ia kasihi dan anak-anaknya--kemungkinan, yang dimaksud adalah anggota jemaat yang ia asuh--hidup dalam kebenaran (1:4). Pada masa itu, hidup dalam kebenaran tidak mudah karena banyak orang percaya yang mengalami penganiayaan. Selain itu, ajaran sesat telah menyusup ke dalam gereja. Rasul Yohanes mengingatkan ibu ini agar ia--yang sudah hidup di dalam kebenaran--mewaspadai ajaran sesat yang tidak mengakui kemanusiaan Yesus Kristus (1:7). Nasihat Rasul Yohanes sangat tegas! Ibu ini diminta untuk sama sekali tidak menerima orang yang datang membawa ajaran sesat ke rumahnya. Meskipun orang Kristen pada zaman itu dianjurkan memberi tumpangan bagi para pendatang, para pembawa ajaran sesat tidak boleh diterima. Memberi salam kepada mereka pun tidak boleh (1:10-11). Sikap tegas ini disebabkan karena ajaran para penyesat itu bisa mempengaruhi anggota jemaat--yang belum memahami kebenaran--dan menyimpangkan iman mereka. Orang yang tidak berpegang pada ajaran yang benar tidak memiliki Allah (1:9). Orang yang menyangkal bahwa Allah menyatakan diri melalui Manusia Yesus Kristus, menyangkal Allah sendiri yang telah memilih untuk menyatakan diri dengan cara itu. Sikap kita harus tegas terhadap ajaran sesat yang menyimpang dari firman Tuhan!

Kedua, Rasul Yohanes meminta agar jemaat hidup di dalam kasih (1:5-6). Kasih membuktikan bahwa seseorang hidup dalam kebenaran. Dalam kekristenan, kasih dan kebenaran tidak dapat dipisahkan. Kebenaran selalu diungkapkan dengan mengasihi Allah, melakukan perintah-Nya, dan mengasihi saudara seiman. Melakukan kebenaran tanpa kasih bukanlah wujud mengasihi Allah.

Apakah kebenaran firman Tuhan menjadi pegangan dalam kehidupan Anda? Apakah kasih Anda kepada Allah telah terungkap dalam sikap mengasihi sesama?

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design