1 Yohanes 1

Pengenalan Yang Mengubahkan

24 Agustus 2022
Pengantar Kitab 1 Yohanes
Kasih dan kebenaran

Pokok bahasan utama ketiga surat Rasul Yohanes adalah tentang kasih dan kebenaran. Kata kasih dan kebenaran mendominasi isi ketiga surat ini. Bagi Rasul Yohanes, hidup dalam kasih dan kebenaran adalah tanda bahwa seseorang benar-benar memercayai Allah.

Rasul Yohanes mengajarkan bahwa kebenaran mencakup dua hal: Pertama, benar dalam hal doktrin yang sesuai Kitab Suci. Orang yang sudah dilahirkan kembali akan mengikuti ajaran Alkitab yang benar karena Roh Kudus yang tinggal dalam dirinya akan memimpin kepada kebenaran. Rasul Yohanes bersikap keras terhadap para penyesat, khususnya tentang kemanusiaan Yesus. Orang yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus disebut sebagai antikristus (1 Yohanes 2:22). Mereka menyangkal Bapa, karena barangsiapa menyangkal Anak, ia tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengakui Anak, ia memiliki Bapa (1 Yohanes 2:23). Mereka menyangkal Yesus dengan tidak mengakui bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (1 Yohanes 4:2; 2 Yohanes 1:7). Kemungkinan, mereka memiliki versi sendiri tentang siapa Yesus Kristus. Kebenaran yang dimaksud Yohanes mencakup pengakuan bahwa kita adalah orang berdosa. Secara praktis, kita tahu bahwa kita berdosa dan kita hanya bisa mendapat pengampunan dosa melalui pendamaian yang dikerjakan Yesus Kristus (1 Yohanes 1:8-10; 2:1-2). Bila kita tidak merasa berdosa, berarti kita tidak hidup dalam kebenaran, dan belum hidup dalam persekutuan dengan Allah Tritunggal. Setelah diampuni, seharusnya kita tidak mau hidup dalam dosa, melainkan kita rindu melakukan perintah Allah (2:3-6). Inilah kebenaran dalam kehidupan sehari-hari.

Kedua, benar dalam hal identitas sebagai orang yang dibenarkan Allah. Selain hidup dalam kebenaran, kasih harus melekat dalam kehidupan orang percaya. Seseorang belum hidup dalam kebenaran kalau ia tidak mengasihi. Kebenaran dan kasih itu seperti dua sisi mata uang yang selalu bersama. Orang yang tidak mengasihi tidak melakukan kebenaran karena mengasihi adalah perintah dan kehendak Allah bagi setiap orang percaya. Orang yang tidak mengasihi, apa lagi membenci saudaranya, adalah orang yang masih hidup dalam kegelapan (1 Yohanes 2:9). Yohanes berkata bahwa jika seseorang membenci saudaranya, ia tidak tahu kemana ia pergi karena kegelapan telah membutakan matanya (1 Yohanes 2: 11). Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus mengasihi saudaranya ( 1 Yohanes 4:21). Banyak orang merasa bahwa mereka adalah orang yang benar, saleh, dan suci. Namun, ujian yang menunjukkan bahwa mereka orang saleh adalah ketika mereka dapat mengasihi orang lain. [GI Wirawaty Yaputri]





Renungan GeMA 24 Agustus 2022
Pengenalan Yang Mengubahkan

Rasul Yohanes memulai kitab ini dengan memperkenalkan siapa Yesus sebenarnya. Rasul Yohanes menyebut Yesus sebagai Firman hidup (1:1). Firman adalah istilah yang khusus dan istimewa karena Firman itu berkaitan erat dengan Allah. Allah menyatakan diri melalui Firman, sehingga Firman Allah mengungkapkan tentang diri Allah. Yesus Kristus disebut sebagai Firman, dan hal itu berarti bahwa Yesus adalah Allah (bandingkan dengan Yohanes 1:1,14). Sekalipun kata "Firman" merupakan terjemahan dari kata Yunani logos, Yesus Kristus berbeda dengan logos dalam alam pikir Yunani. Dalam alam pikir Yunani, Logos bukanlah suatu pribadi, sedangkan Yesus jelas merupakan Suatu Pribadi yang memiliki akal, perasaan, dan kehendak. Yesus adalah Allah yang Hidup. Ia datang ke dalam dunia untuk menyatakan atau memperkenalkan Allah kepada umat manusia, sehingga kita bisa mengenal Allah melalui Yesus Kristus yang telah hadir di antara umat manusia.

Pengenalan yang benar terhadap Allah menghasilkan tiga dampak dalam kehidupan orang percaya: Pertama, orang percaya memperoleh hidup kekal (1:2). Yesus Kristus membuktikan bahwa diri-Nya telah mengalahkan maut dan ia telah bangkit dari kematian. Manusia dapat mengalami hidup kekal, karena Yesus telah menunjukkannya bagi kita. Orang yang tidak percaya bahwa Yesus lahir menjadi manusia, tidak dapat mengerti bagaimana manusia dapat memiliki hidup kekal setelah kematian. Kedua, orang percaya memperoleh persekutuan dengan Allah dan dengan sesama (1:3). Pengenalan dan iman bahwa Yesus adalah Allah membuat kita menjadi anggota tubuh Kristus. Allah berdiam dalam diri kita melalui Roh Kudus yang dianugerahkan kepada kita, sehingga kita mengalami kesatuan dengan Allah. Ketiga, pengenalan yang benar akan Allah, membuat kita hidup di dalam terang (1:5-10). Allah yang menyatakan diri melalui Yesus Kristus adalah Allah yang kudus. Yesus menjadi manusia, namun Ia tidak berdosa. Di dalam ketidakberdosaan-Nya, Ia menebus dosa kita, sehingga kita dapat hidup di dalam terang dan kita tidak lagi hidup di dalam kegelapan. Setiap orang yang percaya kepada Allah akan memulai perjalanan imannya dengan mengaku dosa dan menanggalkan dosa-dosanya. Orang yang merasa bahwa hidupnya baik dan tidak berdosa adalah orang yang belum mengenal Allah dan belum sungguh-sungguh percaya. Apakah Anda mengalami perubahan hidup sejak Anda percaya kepada Yesus Kristus? [GI Wirawaty Yaputri]

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design