Daniel 9

Allah yang Berdaulat dan Memulihkan

20 Agustus 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Allah yang kita kenal melalui Alkitab adalah Pribadi yang berkuasa di atas segala sesuatu. Tindakan yang sepantasnya dari manusia adalah menaati firman-Nya dan bersungguh hati dalam menyembah Dia. Sayang sekali, umat Israel tidak memberikan teladan yang baik. Mereka tidak mengindahkan firman Tuhan (9:10, 11). Meskipun mereka mengetahui kebaikan Tuhan yang telah mengeluarkan nenek moyang bangsa Israel dari perbudakan di Mesir (9:15), ternyata mereka berlaku fasik dan murtad (9:5,7). Akibatnya, Allah menghukum umat Israel melalui hukuman pembuangan. Kerajaan Israel Utara--dikalahkan dan penduduknya dibuang oleh tentara Asyur, sedangkan Kerajaan Yehuda atau Kerajaan Israel Selatan dikalahkan dan penduduknya dibuang oleh tentara Babel (9:7). Yerusalem--yang sebelumnya merupakan lambang kebanggaan bagi penduduk Israel--telah dihancurkan, sehingga justru menjadi simbol keadaan yang tercela pada masa Daniel (9:16).

Daniel--yang sangat menyadari keadaan yang sedang dialami oleh bangsanya--juga meyakini bahwa Allah setia terhadap janji-Nya (9:4). Pada saat yang sama, ia juga sangat menyadari akan keadilan Allah (9:14). Oleh karena itu, Daniel merendahkan diri dan memohon ampun kepada Allah (9:3). Dengan penuh kesadaran, Daniel datang kepada TUHAN bukan karena ia merasa telah berjasa kepada Allah Yang Mahakuasa, tetapi semata-mata berdasarkan kasih dan anugerah-Nya (9:18). Ternyata bahwa Allah menjawab doa Daniel dengan meneguhkan kasih-Nya (9:23). Kasih Allah itu bukan hanya untuk Daniel tetapi juga bagi seluruh umat manusia (Yohanes 3:16), secara khusus bagi umat pilihan-Nya (Yesaya 43:4). Lebih lanjut, Allah menolong Daniel untuk lebih memahami firman-Nya (Daniel 9:20-22). Allah menegaskan kepada Daniel bahwa Dia adalah Pribadi yang memulihkan umat pilihan-Nya (9:25). Allah berdaulat, Dia Mahakasih dan Mahaadil. Dia tegas terhadap dosa, namun pada saat yang sama, Allah siap memulihkan umat-Nya.

Marilah kita bersungguh-sungguh menghargai kedaulatan dan kesucian-Nya dengan tekun berjuang melakukan kehendak-Nya. Bila kita berbuat dosa, bertobatlah dan datanglah kepada-Nya untuk memohon ampun! Beritakanlah kabar baik tentang Allah yang Mahakasih, Maha Pengampun, dan yang Setia kepada janji-Nya! Terpujilah Allah yang Mahakuasa dan Berlimpah dengan anugerah.

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design