Daniel 7

Pemerintahan Allah yang Kekal

18 Agustus 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Melalui penglihatan Daniel, kita mengerti bahwa secara keseluruhan, ada empat kerajaan yang berkuasa di zaman kuno, yakni Babel, Media Persia, Yunani, dan Romawi (bandingkan dengan 7:17). Penglihatan itu tidak mudah dimengerti. Angka "sepuluh" adalah simbol yang menyatakan kelengkapan, sehingga sebutan sepuluh raja tidak menunjuk kepada sepuluh raja Romawi saja, melainkan menunjuk kepada seluruh penguasa Romawi. Tanduk yang memiliki mata dan memiliki mulut yang menyombongkan diri mengucapkan kata-kata yang menentang atau menghujat Tuhan mewakili kaum yang tidak percaya dan tidak takut akan Allah (7:24-25).

Selanjutnya, penglihatan yang dilihat oleh Daniel mencakup peristiwa yang terjadi jauh setelah era berkuasanya keempat kerajaan itu. Daniel mengungkapkan tentang seseorang yang "seperti anak manusia" datang dengan awan-awan dari langit (7:13). Bila dibandingkan dengan Matius 24:30; 26:64, jelas bahwa Daniel sebenarnya mendapat penyingkapan tentang kedatangan Kristus yang kedua. Saat itu, orang yang tidak percaya dan tidak takut akan Allah akan binasa (Daniel 7:11). Kerajaan Sang Anak manusia adalah kerajaan yang kekal (7:14), sedangkan kekuasaan raja-raja di bumi bersifat sementara (7:12). Pada akhir dari segala sesuatu, "umat Yang Maha Tinggi" akan ikut memerintah bersama dengan Dia (7:27).

Nebukadnezar, Belsyazar, dan Darius pada zaman Daniel hidup melihat kekuasaan bangsa-bangsa di bumi secara tidak utuh. Mereka mengerti bahwa bangsa yang berkuasa dapat digantikan oleh bangsa yang lain. Melalui penglihatan yang diungkapkan Daniel, kita dapat memahami gambaran menyeluruh tentang kenyataan hidup. Meskipun kerajaan di dunia datang silih berganti, pemerintahan Allah itu kekal. Yesus Kristus yang menebus manusia dari belenggu dosa adalah Raja yang sejati. Selama hidup di dunia, kita bisa mengalami penderitaan karena berbagai penyebab. Akan tetapi, penderitaan ini hanya bersifat sementara. Pemahaman tentang kesementaraan itu adalah landasan bagi pengharapan kita. Selama kita hidup di dunia ini, marilah kita ikut terlibat mewujudkan kehadiran kerajaan-Nya. Apakah Anda telah meneladani Daniel yang hidup dalam takut akan Allah dan menyembah Dia dengan sepenuh hati? Kiranya melalui hidup kita, banyak orang menjadi tunduk kepada Allah serta mengakui kedaulatan-Nya!

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design