Daniel 4

Hanya Allah yang Ditinggikan

15 Agustus 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Pasal yang kita baca hari ini menyatakan perjalanan yang mengherankan dari Raja Nebukadnezar dalam pengenalannya akan Allah. Pasal ini diawali dengan pengakuan bahwa Allah itu berkuasa dan berkedudukan sangat tinggi (4:2-3). Ungkapan ini sejalan dengan kesaksian di beberapa pasal sebelumnya yang mengungkapkan pengakuan Raja Nebukadnezar akan kebesaran Allah (2:47, 3:28-29). Selanjutnya, Raja Nebukadnezar diperingatkan oleh Daniel supaya ia meninggalkan dosa dengan melakukan keadilan (4:27). Berdasarkan Alkitab bahasa Ibrani, peringatan itu dapat diterjemahkan menjadi meninggalkan dosa dengan melakukan kebenaran (kata Ibrani tsadik pada ayat ini memiliki arti ‘benar’). Apabila peringatan itu tidak diindahkan, peristiwa yang dicatat di 4:20-26 akan terwujud pada diri Raja Nebukadnezar. Meskipun telah diperingatkan oleh Daniel, Raja Nebukadnezar tidak mawas diri. Ia membanggakan kemampuan dirinya membuat Babel menjadi kerajaan yang besar dan berkuasa (4:30). Sebagai konsekuensi dari perbuatannya, Allah menegur Raja Nebukadnezar dengan keras (4:31-33). Namun, sesudah Raja Nebukadnezar memohon pengampunan Allah dan mengakui kebesaran-Nya, Allah memulihkan dia (4:34-37).

Allah Sang Pencipta itu mahakudus dan membenci dosa. Respons sepatutnya dari manusia adalah senantiasa meninggikan Allah. Jangan sampai kita membesarkan diri, apa lagi sampai menganggap diri kita sebagai orang yang paling berkuasa dalam hidup ini. Jangan sampai kita beranggapan bahwa segala sesuatu yang kita capai adalah hasil kemampuan kita dan jangan melupakan bahwa Allah adalah Pemberi segala sesuatu dalam hidup kita. Selain itu, kita harus mengenal bahwa Allah adalah Sang Penebus yang memulihkan orang yang merendahkan diri di hadapan-Nya. Pada saat yang sama, teguran keras Allah menyadarkan Nebukadnezar. Penghukuman-Nya merupakan sarana untuk menyatakan anugerah-Nya. Meskipun demikian, pahamilah betapa mengerikan murka Allah terhadap dosa manusia. Artinya, jangan bermain-main dengan dosa dan pelanggaran!

Bila Anda sedang meraih keberhasilan, waspadalah agar Anda jangan sampai meninggikan diri Anda! Bila Anda mendapat teguran Tuhan, bertobatlah dan kembalilah menyembah Dia! Dalam segala keadaan, jangan pernah mengabaikan Tuhan! Apakah cara hidup Anda telah membuat Allah ditinggikan?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design