Daniel 3

Percaya & Berharap Penuh Kepada Allah

14 Agustus 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Pada pasal sebelumnya, Raja Nebukadnezar mengakui dengan mulutnya bahwa Allah orang Israel ialah "Allah yang mengatasi segala allah dan Yang Berkuasa atas segala raja," (2:47). Namun, sayang bahwa kesadaran Raja Nebukadnezar ini hanya bersifat sementara. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita membaca bahwa Raja Nebukadnezar mendirikan sebuah patung dengan tinggi sekitar 32 meter. Raja Nebukadnezar memerintahkan setiap orang di wilayah kekuasaannya untuk sujud menyembah kepada patung itu, dan akan ada sanksi yang mengerikan bagi setiap individu yang tidak mau menyembahnya (3:6). Catatan di Kitab Daniel ini membuat kita teringat akan Rasul Paulus yang menuliskan tentang manusia yang mengetahui adanya Allah, tetapi "tidak memuliakan Dia sebagai Allah" (Roma 1:21). Manusia yang berdosa--seperti Raja Nebukadnezar--justru "menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang . . ." (Roma 1:23). Raja Nebukadnezar belum mengenal Allah secara mendalam, sehingga ia dengan mudah kembali menyembah illah-illah palsu.

Sikap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego sangat kontras bila dibandingkan dengan Raja Nebukadnezar. Mereka bertiga tetap pada komitmen untuk hanya menyembah Allah saja. Meskipun dihadapkan dengan ancaman hukuman mati melalui api yang menyala-nyala, ketiga teman Daniel itu tidak gentar. Mereka sangat mempercayai kuasa dan kedaulatan Allah, sehingga mereka memilih untuk lebih takut akan Allah, serta berserah penuh kepada-Nya (3:18-19). Teks Alkitab hari ini menyatakan kedewasaan rohani dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka percaya kepada Allah bukan karena telah menerima berkat-Nya. Mereka berharap kepada Allah bukan hanya saat hidup mereka sedang baik-baik saja. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego percaya kepada Allah sepenuhnya, sehingga mereka tetap berserah kepada-Nya, apa pun situasi yang mereka hadapi.

Sekarang ini, hidup kita diwarnai dengan pelbagai kesulitan. Pandemi virus korona yang belum usai disusul dengan ancaman penyakit lainnya. Situasi ekonomi global juga masih mengalami tekanan yang berat. Dalam situasi seperti saat ini, apakah Anda tetap memercayai Allah sepenuhnya? Kiranya Tuhan menolong kita untuk meneladani iman dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design