Daniel 2

Sumber Hikmat, Pengertian, & Kekuatan

13 Agustus 2022
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Raja Nebukadnezar--yang merasa gelisah karena mimpinya--memanggil orang-orang berilmu, para ahli jampi, para ahli sihir, dan orang-orang Kasdim. Mereka adalah orang-orang yang diyakini dapat berhubungan dengan para dewa atau illah untuk meminta hikmat dan pengertian yang tersembunyi. Akan tetapi, orang-orang yang dipandang bijaksana itu ternyata tidak dapat mengetahui apa isi dari mimpi Nebukadnezar, apalagi maknanya (2:1-11). Para ahli itu berkata bahwa tidak ada satu orang pun di bumi yang dapat memenuhi permintaan Raja Nebukadnezar, kecuali "dewa-dewa yang tidak berdiam di antara manusia" (2:11).

Setelah mendengar ancaman yang dijatuhkan oleh Raja Nebukadnezar kepada para kaum bijaksana di Babel, Daniel mengajak ketiga rekannya untuk berdoa kepada Allah supaya Allah memberitahu rahasia mimpi Raja Nebukadnezar itu. Daniel berharap agar ia "dan teman-temannya, jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel" (2:18). Daniel tidak hanya memikirkan tentang kepentingannya sendiri, tetapi juga keselamatan orang-orang lain. Daniel sangat memahami bahwa hikmat, pengetahuan, dan kekuatan berasal dari Allah (2:20, 21). Dengan demikian, ketika rahasia mimpi Raja Nebukadnezar dan maknanya disingkapkan kepada Daniel, maka "Daniel memuji Allah semesta langit" (2:19). Daniel juga tidak memegahkan diri ketika berbicara di hadapan Raja Nebukadnezar. Ia mengakui bahwa mimpi itu tidak dapat diketahui oleh orang bijaksana mana pun tetapi, "di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia" (2:28). Daniel berkata bahwa yang memberitahukan maknanya adalah "Allah yang maha besar" (2:45). Teks Alkitab lalu mencatat bahwa Raja Babel sujud menyembah Daniel (2:46), namun kata-kata yang keluar dari mulut Nebukadnezar adalah pujian kepada Allah (2:47). Tindakan Nebukadnezar kepada Daniel tersebut adalah perbuatan yang lazim untuk menyatakan hormat kepada seseorang di masa itu, bukan dalam pengertian menyembah kepada yang ilahi.

Ketika hidup kita terasa suram, janganlah mencari hikmat dan pengertian di luar Tuhan. Berdoalah kepada-Nya, mintalah hikmat, dan kekuatan dari-Nya! Jangan memegahkan diri sendiri, tetapi agungkanlah Dia senantiasa!

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16


www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design