Mazmur 94

Damai Sejahtera dalam Kegalauan

11 Agustus 2022
GI Roni Tan

Ulangan 32:35a mengatakan, "Hak-Kulah dendam dan pembalasan." Pernyataan itu tercermin dalam bacaan Alkitab hari ini. Di ayat pertama, sampai dua kali, pemazmur menyebut Allah sebagai "Pembalas", "Ya Allah pembalas, ya TUHAN, ya Allah pembalas, tampillah!" (94:1). Pemazmur meyakini bahwa TUHAN sanggup melakukan pembalasan kepada orang yang melakukan kejahatan.

Pembalasan ini bukan pembalasan tanpa alasan, tetapi pembalasan yang merupakan keputusan Sang Hakim Agung, yaitu TUHAN sendiri. Pemazmur mengemukakan bahwa kesalahan yang dilakukan orang fasik adalah mengatakan kata-kata kurang ajar, melakukan kejahatan, meremukkan dan menindas umat TUHAN, menyembelih janda dan orang asing, serta membunuh anak-anak yatim (94:4-6). Mereka melakukan semua pelanggaran ini dengan keyakinan bahwa TUHAN tidak mengetahuinya (94:7). Akan tetapi, pemazmur meyakini bahwa TUHAN mengetahui kejahatan yang mereka lakukan. TUHAN pasti akan menolong dan menegakkan keadilan bagi orang yang tertindas, serta menghukum orang yang melakukan penindasan. Pernyataan "Jika bukan TUHAN yang menolong aku" (94:17), "TUHAN adalah kota bentengku", "Allahku adalah gunung batu perlindunganku" (94:22) menunjukkan keyakinan pemazmur akan pertolongan TUHAN. Pemazmur meyakini bahwa TUHAN akan melakukan pembalasan dan akan membinasakan orang yang melakukan kejahatan (94:23). Jadi, Mazmur 94 ini diawali dan diakhiri dengan keyakinan bahwa TUHAN akan melakukan pembalasan atas kejahatan yang telah mereka lakukan.

Mazmur ini menunjukkan bahwa walaupun pemazmur--dan juga setiap orang percaya--bisa mengalami kegalauan karena perlakuan orang jahat, pemazmur tetap bisa memiliki damai sejahtera karena dia percaya bahwa TUHAN pasti akan memberi keadilan. Pengalaman kita bisa saja serupa dengan pengalaman pemazmur. Kegalauan akibat perbuatan buruk orang lain bisa membuat kita terkena dampak, bahkan bisa membuat kita menjadi korban. Akan tetapi, kita bisa mengalami damai sejahtera karena TUHAN akan menjaga kita dan memberi keadilan terhadap diri kita pada waktu yang ditetapkan TUHAN. Yang pasti, tidak akan ada orang yang bisa lolos dari pengadilan akhir yang akan TUHAN selenggarakan. Apakah Anda pernah mengalami damai sejahtera saat Anda terhimpit oleh masalah berat?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design