Mazmur 88

Menanti Pertolongan Tuhan

5 Agustus 2022
GI Roni Tan

Horatio G. Spafford menulis sebuah syair--yang kemudian menjadi sebuah lagu himne yang sangat terkenal--berjudul It Is Well with My Soul (Nyamanlah Jiwaku). Syair itu ditulis saat dia menghadapi berbagai masalah yang sangat berat. Di tahun 1871, dia kehilangan putranya yang berusia 4 tahun karena sakit demam berdarah. Bisnisnya bangkrut karena kebakaran besar di Chicago, Dua tahun kemudian, 4 putrinya meninggal saat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Atlantik. Dalam situasi seperti itu, Pak Spafford menulis syair yang merupakan kesaksian bahwa Tuhan mengajar dia untuk mengalami damai sejahtera walaupun sedang menghadapi berbagai masalah berat. Masalah yang dihadapi Pak Spafford itu serupa dengan masalah yang dihadapi penulis Mazmur 88. Pemazmur merasa terasing dari TUHAN. Hidup tampak seperti terbalik dan tidak masuk akal. Hal ini terlihat dari bentuk ratapan yang mewarnai mazmur ini. Oleh karena itu, Mazmur 88 ini bisa kita sebut sebagai mazmur untuk masa-masa sulit atau suram.

Ayat 2-3 adalah tangisan sangat sedih yang ditujukan pada Allah Sang Juruselamat yang mau mendengar setiap keluh kesahnya. Ayat 4–6 menggambarkan bayangan kematian yang menunjukkan betapa seriusnya masalah yang sedang ia hadapi (malapetaka, dekat dunia orang mati, turun ke liang kubur, tidak berkekuatan). Ayat 7-19 menilai bahwa penderitaan yang dia alami tidak lepas dari peran Tuhan (Kautaruh aku dalam liang kubur, tertekan oleh panas murka-Mu, pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku, Kaubuang aku, menanggung kengerian daripada-Mu, dan sebagainya). Mazmur ini ditutup dengan kata "kegelapan" (88:19) yang mengungkapkan teriakan keputusasaan dan kesedihan saat melihat bahwa di sekelilingnya tidak ada yang tersisa.

Gambaran pemazmur bisa jadi merupakan gambaran kehidupan anak-anak Tuhan. Kita menghadapi berbagai masalah yang terlihat seperti jalan buntu. Kita merasa berjalan sendiri tanpa mengalami pertolongan Tuhan saat menghadapi masalah. Dalam kondisi seperti ini, wajar bila sikap putus asa dan kesedihan menguasai hidup kita. Akan tetapi, kegelapan hidup yang kita alami jangan sampai membuat kita meninggalkan Tuhan, melainkan kita harus terus beriman dan setia menanti pertolongan Tuhan yang begitu mengasihi kita dan telah memberi kekuatan untuk menghadapi setiap masalah (88:10). Bagaimana Anda bersikap saat Anda menghadapi berbagai masalah besar dalam hidup Anda?

Pokok Doa
1. Korp Pegawai Negeri Indonesia (Korpri).
2. Pelayanan Gereja terhadap penyandang cacat.
3. Majelis Bidang Sosial Sinode GKY.
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.
Yakobus 5: 16
www.gky.or.id | Gereja Kristus Yesus Copyright 2019. All rights Reserved. Design & Development by AQUA GENESIS Web Development & Design